KAB. CIREBON, (FC).- Insentif tenaga kesehatan (Nakes) Tim Covid-19 di Kabupaten Cirebon dipastikan sudah cair dua hari sebelum Lebaran sekitar 7,1 miliar. Akan tetapi pencairan insentif bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Cirebon diduga ada pemotongan yang dilakukan oleh oknum Kepala Puskesmas.
Salah satu tenaga kesehatan Kabupaten Cirebon, Rahmat Hidayat membenarkan, insentif bagi Nakes Tim Covid Puskesmas sudah cair.
Namun, pembagiannya memicu kontroversi, karena, uang yang masuk ke rekening bjb tiap-tiap nakes dikumpulkan jadi satu, kemudian dibagikan sesuai keinginan ‘raja kecil’ di puskesmas.
“Iya uang di rekening bjb dari masing-masing nakes dikumpulkan jadi satu, kemudian pembagiannya tidak jelas. Kenapa mesti diambil dan dikumpulkan ‘raja kecil’ di puskesmas?, kasihan Team Satgas Covid-19, mereka kecewa, marah, dan apa daya mereka tidak berani bersuara,” kata Rahmat, Selasa (18/5).
Menurutnya, tiap nakes tim covid mendapatkan Rp 6 juta, dan tim naskes Covid di puskesmas tempat ia bekerja hanya enam orang yang mendapatkan intensif tersebut.
“Semoga Kadinkes segera menindak kepala puskesmas yang berbuat seperti itu. Semoga juga Pa Bupati mengecak keluh kesah tentang instentif nakes puskesmas di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Rahmat juga berharap Tim Saber Pungli Polresta Cirebon turun tangan dan melakukan penyelidikan terkait masalah tersebut.
“Semoga Tipikor dan tim Satgas Saber Pungli Kejaksaan Negeri Cirebon juga turun tangan,” tegasnya. (Gofar)















































































































Discussion about this post