KOTA CIREBON, (FC).- Presiden RI Joko Widodo pada Rabu siang (28/4), menggelar rapat koordinasi dan memberikan pengarahan kepada seluruh kepala daerah se Indonesia.
Walikota Cirebon Nashrudin Azis, Wakil Ketua DPRD Fitria Pamungkaswati, Sekda Agus Mulyadi dan unsur Forkompinda, mengikuti rakor tersebut secara virtual, di Ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon.
Dalam arahannya, presiden menyebutkan kepala daerah petahana ada 114 dan yang baru sebanyak 255.
Presiden meminta kepala daerah harus goal oriented, harus result oriented yakni orientasinya adalah hasil. Harus berani berinovasi, bukan sekedar mengikuti rutinitas.
“Kepala daerah harus bekerja dengan kecepatan tinggi, karena saudara-saudara hanya diberi kesempatan lima tahun untuk yang pertama. Kalau baik, akan dilanjutkan ke periode yang kedua, lima tahun lagi. Oleh sebab itu, dalam bekerja jangan hanya puas membaca. Cek di lapangan, lihat di lapangan, kontrol di lapangan. Inovasi, kecepatan, ketepatan kebijakan sangat dibutuhkan sekarang ini,” tegasnya.
Saat ini pemerintah masih fokus dalam mempercepat recovery kesehatan dan recovery ekonomi.
Tugas kepala daerah adalah menggunakan gas dan remnya harus dilakukan secara tepat, karena yang namanya Covid-19 ini barangnya tidak kelihatan.
Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi, kemudian tidak memperhatikan penyebaran Covid-19 yang terjadi, kenaikan kasus Covid-19 meningkat, ekonominya justru menjadi pertumbuhannya tertekan turun.
Oleh sebab itu, sekali lagi, pencegahan penyebaran Covid-19 harus menjadi prioritas penanganan pasien yang terkena kasus Covid-19 harus terus dilakukan secara konsisten. Hati-hati, karena Covid-19 ini barangnya enggak kelihatan.
“Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan sekali lagi apa yang tadi saya sampaikan, tolong betul-betul kita bersama-sama lakukan sehingga pandemi Covid-19 ini bisa segera kita lalui dengan baik, dan ekonomi kita bisa bangkit kembali pada posisi normal dan lebih baik,” tandasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post