KUNINGAN, (FC).- Eni, wanita berusia 45 tahun dan janda dua anak yang setiap hari bekerja menjaga toilet di lantai dua Pasar Kepuh, nampaknya akan kehilangan pekerjaan, mengingat penghasilan yang terus menurun karena maraknya toilet-toilet baru di sekitar Pasar Baru.
Eni yang duduk termenung di depan toilet yang dijaganya itu, nampak raut muka sedih, karena memikirkan untuk menghidupi kedua anaknya yang sedang menanti di rumah sejak ditinggal dari subuh hingga sore hari.
Waktu berjalan normal sebelum maraknya toilet baru, Eni memang merasa cukup mendapat uang sebesar Rp50 ribu dalam sehari untuk kebutuhan keluarga maupun ongkos pulang pergi menggunakan ojeg.
Kini pendapatan yang berkurang. Tiap hari dia harus mengambil ongkos dari setoran seharian menjaga toilet.
Bahkan menurutnya duka yang dirasakannya bukan hanya sendiri, tapi ketiga rekannya lainnya yang menjaga toilet di 4 lokasi pada lantai 2 di Pasar Baru tersebut.
“Duh gimana ya, malu kalau diungkapin, ini dari subuh baru mendapat Rp4000. Mudah-mudahan nanti siang bisa bertambah,” ujar Eni, Minggu (25/4).
Kondisi tesebut, Eni mengaku sudah berjalan beberapa bulan ini setelah munculnya toilet baru di luar area Pasar Baru Kuningan.
“Iya itu ada toilet baru di dekat kantor, belakang area penggilingan, dulunya lokasi tempat sampah,” kata Eni.
Terpisah, Toto Cipto selaku pengontrak keempat toilet di Pasar Baru Kuningan itu membenarkan situasi tersebut.
Baginya keempat toilet di dalam Pasar Baru ini hampir tidak berfungsi.
“Kalau seperti ini terus ya mungkin mau ditutup dulu, karena biaya air dan maintenance cukup tinggi, tidak sebanding dengan penghasilan yang diraih sehari-harinya,” ujar Toto.
Toto juga menyesalkan adanya toilet atau WC baru di belakang penggilingan tersebut. Baginya lokasi tersebut peruntukannya harus jelas, ada MoU dan lain sebagainya.
“Ini sama aja menciptakan masalah baru di Pasar Baru, harusnya Dinas (Diskopdagperin) harus memperhatikan yang sudah ada dan meningkatkan yang sudah ada, bukan malah memberi ijin yang baru,” kata Toto.
Jika Pemerintah Daerah tidak besikap, Toto mengaku akan menutup toilet yang ada di dalam lokasi Pasar Baru dan otomatis PAD jadi mandeg.
“Dan Pemda justru membuat orang kehilangan mata pencaharian atau pekerja, sehingga pengguran bertambah,” kata Toto. (Ali)












































































































Discussion about this post