KUNINGAN, (FC).- Bagi yang bosan dengan menu buka puasa yang itu-itu saja, atau bosan dengan masakan western ala restoran, paket menu tradisional ini bisa menjadi pilihan untuk acara buka puasa bersama (bukber) teman, kantor, atau keluarga.
Grage Resort Sangkan Kuningan menyediakan paket bukber hidangan tradisional yang lezat, dengan penyajiannya beralaskan tampah bambu.
Menu bukber yang disediakan Grage Resort Sangkan ini tersedia dalam beberapa pilihan, mulai dari Paket ber-5 sampai Paket ber-10, dengan harga mulai Rp50 ribu/pax sampai dengan Rp95 ribu/pax.
Komposisinya terdiri dari berbagai menu tradisional seperti nasi bakar, ayam bakakak, tumis daun pepaya, pepes peda, tumis buncis, tumis tongkol pedas, tumis oncom, sambal, hingga gurame goreng cobek.
“Kami melayani paket take away. Tapi pemesanannya dilakukan satu hari sebelumnya. Jadi nanti bentuknya di tampah, bisa buat acara charity atau buka puasa di rumah maupun di kantor,” jelas Manager Marketing Grage Resort Kuningan, Juni Lestiawati kepada FC, Sabtu (24/4).
Untuk paket menu buka puasa ini, hotel milik Grage Group tersebut mengangkat tema “Buka Puasa With Us”. Selain promo paket bukber, Grage Resort Sangkan juga memberikan diskon spesial untuk tamu yang menginap.
“Kita punya program Ramadan Stay With Us, diskon sampai 55 persen,” kata Yuni, sapaan akrab Marketing Grage Resort Kuningan.
Ada Diskon Kamar Hingga 55 Persen
Menurutnya, angka okupansi kamar selama Ramadan tahun ini sudah mencapai 60 persen. Berbeda dengan tahun 2020, angka okupansinya ngedrop akibat adanya pembatasan aktifitas masyarakat seperti PPKM.
Bahkan, Grage Sangkan sempat menutup layanan reservasi kamar.
“Untuk ramadan tahun ini Alhamdulillah kita kondisinya sudah semakin membaik, mengingat adanya vaksin menambah tingkat kepercayaan tamu, sudah mulai ada kegiatan-kegiatan walaupun volumenya tidak terlalu besar,” jelasnya
Hanya saja, ia tak bisa memprediksi pergerakan okupansi menjelang lebaran nanti. Sebab, adanya larangan mudik, membuat beberapa tamu yang akan melakukan reservasi masih kebingungan. Terlebih adanya informasi penyekatan jalan.
“Sejauh ini belum ada gambaran untuk lebaran. Kekhawatiran mereka apakah bisa masuk ke daerah Kuningan atau tidak. Apakah ada putar balik atau tidak. Lebih banyak kesana sih kekhawatiran mereka,” ujarnya. (Andriyana)









































































































Discussion about this post