KOTA CIREBON, (FC).- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Cirebon Sahroni menanggapi positif terkait kritikan dari Ketua yayasan Catur Insan Cendekia, Chandra Lukita yang mengatakan bahwa Alun-alun Kejaksaan seharusnya ramah untuk semua kalangan termasuk penyandang Disabilitas.
Syahroni mengatakan, sebenarnya Alun-alun Kejaksan sudah difasilitasi untuk pejalan kaki Tuna Netra di trotoar sekitar alun-alun, yang menjadi bagian alun-alun.
Namun pihaknya mengkaui, alun-alun Kejaksan masih akan dievaluasi terkait peningkatannya.
“Kalau belum maksimal akan kami evaluasi untuk peningkatannya,” katanya kepad FC melalui aplikasi pesan singkat, Jumat (23/4).
Syahroni menjelaskan, proyek pekerjaan alun-alun Kejaksan sudah sesuai dengan apa yang ada pada Design Engineering Detail (DED) yang dibuat oleh Konsultan perencana.
Meskipun memang, masih ada beberapa Utilitas penunjang lainnya yang tidak ada dalam DED tersebut.
Baca Juga: Alun-alun Kejaksan Dinilai Tak Ramah Bagi Disabilitas
“Perlu kami infokan juga, bahwa pekerjaan yang ada sudah sesuai dari implementasi DED. Kemudian atas masukan dan saran dari masyarakat, bahwa masih banyak utilitas penunjang lain yang belum ada, nah itu yang akan kita Evaluasi,” ungkapnya.
Masih dikatakan Syahroni, beberapa penunjang yang belum ada diantaranya, seperti parkir khusus sepeda, Air mancur digital, lampu hias, pembatas atau pagar, wifi gratis, tempat sampah, kursi taman dan lainnya.
Termasuk juga fasilitas khusus disabilitas yang belum maksimal dan belum muncul dalam DED seperti yang menjadi harapan masyarakat.
“Tentunya akan menjadi evaluasi dan peningkatan pada perubahan-perubahan anggaran atau anggaran tahun depan. Seperti juga sarana jalan untuk kursi roda itu yang menjadi bahan evaluasi kami,” tuturnya.
Dirinya berterimakasih atas masukan dan saran yang diberikan oleh beberapa kalangan, namun ia membantah jika alun-alun tidak ramah bagi penyandang disabilitas.
“Kalau dibilang tidak ramah tuh betarti fasilitas untuk didabilitas tidak ada sama sekali. Padahal sudah ada, namun blm maksimal saja,” tandasnya. (Muslimin)









































































































Discussion about this post