KAB. CIREBON, (FC).- Sepekan sudah bulan Suci Ramadan dilalui. Tentunya, makanan dan cemilan khas puasa dan jelang lebaran pun ramai diperjual belikan di pasaran.
Berbeda dengan kue kering klasik pada umumnya seperti nastar, putri salju, dan kastangel, Pujawati dalam label Rollia keluarkan kue kering atau cookies cantik dalam bentuk pisang, donat, dan macaroon.
Masih dalam kemasan toples bening seperti kue kering (kuker) klasik pada umumnya. Yang membedakan kuker pisang, donat dan macaroon adalah komposisi, rasa, sensasi dan tentu visualnya.
“Walau sama kukernya tapi untuk komposisinya berbeda. Dan perbedaan dengan kuker klasik itu dia lebih crunchy karena saya kasih keju cheddar,” ungkapnya kepada FC, Senin (19/4).
Selaku owner dan pembuat kuker cantik Pujawati mengaku, ide ini muncul pada saat diskusi dengan rekan bisnis lainnya. Didalam komunitas Cake and Decoration (C&D) se Ciayumajakuning. Juga, adanya diskusi bersama chef atau koki yang paham betul persoalan cake atau kue.
“Yang ini (kuker) inovasi baru tahun sekarang. Edisi puasa kali ini, muncul ide dari komunitas C&D yang dimana saya juga sebagai ketuanya. Juga ada support dari brand coklat yang mendukung pada saat latbar, dan lainnya. Kemudian, melalui demo masak di satu hotel ada chefnya disitu, berbagi resep lalu diubah, dicocokan, dan kemudian jadilah ketiga kuker ini,” kata Pujawati.
Miliki bentuk yang unik dan lucu harga per toples yang dijual Pujawati, berada dikisaran Rp60.000. Baik si kuning kuker pisang, warna warni si donat, dan terakhir si berlapis dengan selai coklat lumer macaroon. Pujawati membandrol keseluruhan jenis kukernya dengan harga yang sama. Tidak murah dan juga tidak mahal.
“Untuk harga sama semua. Harganya Rp60.000 an,” bebernya.
Meski baru launching awal puasa. Kuker yang menarik perhatian anak-anak ini sudah banyak dibeli masyarakat. Khususnya, warga Kuningan yang memang berdekatan dengan rumah Pujawati. Juga dengan orang dari kedinasan.
“Awal keluar sudah banyak yang nanyain. Konsumen dari Kuningan, reseller, dan juga orang dinas. Kemaren ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon. Nganterin kuker dan roti lainnya,” beber Pujawati.
Luar biasanya hingga hari ini, Pujawati sudah dapat menjual hingga ratusan toples. Dengan kategori seluruh varian yang terjual termasuk klasik. Setidaknya, sudah mencapai 200an.
“Kalau untuk penjualan mix itu ada sampai 200 an,” sebutnya.
Menghabiskan waktu trial resep selama 7 hari. Pujawati juga menuturkan, bahwa kue kering yang edisi terbaru kali ini mendapat respon yang sangag bagus.
Mengingat banyak teman di Facebook, instagram, dan whatsapp yang terus menerus menggulirkan komentar positif.
Masih kata Pujawati, kuker kali ini memang benar-benar dibuat sebaik mungkin. Sehingga, tidak akan mudah rusak pada saat ekspedisi.
Khususnya, pada bagian topping yaitu cokelat. Dirinya memilih cokelat yang memang tahan panas di suhu 42 derajat celcius.
“Cokelatnya saya cari yang benar-benar tahan panas. Sampai suhu 42 derajat, jadi nggak akan mencair dan kemana-mana pada saat pengiriman,” ucapnya.
Adapun target pasar penjualan kuker ini, tentu seluruh lapisan masyarakat. Khususnya, ibu rumah tangga yang memiliki anak kecil.
Karena itu, Pujawati juga melayani pembelian secara COD dengan syarat minimal pembelian diatas tiga jenis.
“Anak-anak ya targetnya. Kemudian, saya juga melayani COD kalau kejauhan. Dengan minimal pembelian diatas tiga,” pungkasnya. (Sarrah)














































































































Discussion about this post