KOTA CIREBON, (FC).- Rencana kedatangan Vaksin Sinovac kuota untuk Kota Cirebon pada Hari Rabu kemarin tertunda. Kadinkes Kota Cirebon Edy Sugiarto menyampaikan, kondisi ini karena adanya perubahan rundown vaksinasi di Jawa Barat untuk tahap I.
Dikatakan Edy, runtutan rundown yang diterimanya dari Dinkes Jabar adalah, tanggal 5 dan 8 Januari vaksin tiba di Gudang Farmasi Dinkes Jabar, dengan jumlah 97.080 unit.
Selanjutnya, tanggal 11 Januari Kemenkes menentukan 7 kota/kabupaten di Jabar yang menjadi sasaran vaksinasi. Besoknya baru didistribusikan ke daerah tersebut.
Daerah tersebut adalah, Kota Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Bandung, Kota Cimahi, Kota Depok dan Kota Bogor.
“Setelah diterima daerah tersebut, dilakukan vaksinasi kepada pejabat daerah, tokoh masyarakat, organisasi profesi, perwakilan dari provinsi. Vaksinasi ini berbarengan dengan nakes yang sudah didaftarkan,” ucap Edy kepada FC, Rabu (13/1).
Kapan vaksin ini tiba di Kota Cirebon? Edi memperkirakan tanggal 20 Januari ke atas atau kemungkinan besar tanggal 25 Januari.
Pasalnya, pada tanggal 22 Januari dilakukan vaksinasi kedua untuk 7 daerah sudah divaksin sebelumnya.
Jadi, sisa dosis vaksin 16.000 itu dialokasikan untuk vaksinasi kedua dari daerah yang sudah divaksinasi.
Kemudian sisanya lagi untuk 20 kota/kabupaten di Jabar lainnya yang belum menerima vaksin tersebut.
“Iya kita menerima sisa dari daerah yang sudah divaksinasi dua kali. Jatah untuk kitapun belum sepenuhnya fix, tapi diangka 5.000 sepertinya,” cetus Edy.
Kondisi ini, lanjut Edy, tidak mempengaruhi kesiapan tenaga kesehatan. Malah, bisa ada waktu lebih untuk kembali melakukan simulasi vaksinasi ditempat mereka bertugas masing-masing.
Termasuk administrasi pencatatan dan pengolahan data, agar pada waktunya vaksin datang semuanya terukur dan terarah.
“Secara nasional, vaksinasi ini dilakukan sampai Bulan April 2022. Dan sampai dengan tibanya vaksin, kami ingatkan kembali protokol kesehatan Covid-19, yang sekarang sudah bukan 3M lagi tapi 5M,” tandasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post