MAJALENGKA, (FC).- Produsen tahu di Desa Cisambeng Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka masih melakukan produksi meski harga kacang kedelai saat ini mengalami kenaikan. Mereka mengaku takut kehilangan pelanggan jika tidak berproduksi.
Salah seorang pemilik pabrik tahu , Erik (43) menyampaikan, kenaikan harga kacang kedelai terjadi sejak dua bulan lalu.
“Naiknya nggak sekaligus, sehari Rp 100 sampai Rp 200, cuma naiknya tiap hari. Kalau harga normal kedelai biasanya Rp.630 ribu per kwintal, sekarang harganya sudah Rp930 ribu, naiknya hampir 50 persen,” ujar Erik, awak media, Senin (4/1).
Dikatakan Erik, jika kondisinya normal, per hari para pegawainya mengolah 3 kwintal kacang kedelai, namun kini hanya 2 kwintal saja.
“2 kwintal juga terpaksa, karena saya takut kehilangan pelanggan,” ucapnya.
Dia menambahkan, meski harga kacang kedelai naik, namun harga tahu tidak mengalami kenaikan. Kondisi ini berdampak pada ruginya perusahaan.
“Ruginya ya karena kedelainya naik, sedangkan tahunya kan tidak bisa naik,” tambahnya.
Di tempat lain, Rohana (48), mengungkapan saat ini terkait kenaikan kacang kedelai terkhusus kedelai impor. Bahkan, sambung rohana, para pengusaha tahu di Desa Cidambeng kebanyakan memilih tahu impor karena kualitasnya jauh lebih baik dari lokal.
Adapun tentang kenaikan harga kedelai sendiri, dia memperkirakan harganya masih akan terus naik, bahkan bisa mencapai Rp100 ribu per kwintal.
“Saat ini susah bagi para pengusaha mensiasatinya akan kenaikan kedelai tersebut, karena harga tahu kan tidak bisa naik, sedangkan harga kacang mungkin akan terus naik, bahkan sampai Rp10 ribu (per kilogram) lebih,” imbuhnya.
Jika harga kacang kedelai tidak terkendali terus berlanjut, kemungkinan dirinya dan pengusaha tahu lainnya akan berhenti berproduksi sementara.
Pasalnya, saat ini dirinya sudah mendapat surat edaran dari Koperasi Produsen Tahu Tempe (KOPTI) pusat melalui pengurus di kabupaten, untuk melakukan aksi mogok produksi, sampai harga kacang kedelai stabil.
“Semua perusahaan di Desa Cisambeng mendukung langkah-langkah dari KOPTI pusat supaya harga kacang kedelai bisa distabilkan lagi,” jelasnya.
Sehingga, ia pun mendorong pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga kacang kedelai tersebut.
“Harapan kedepan pemerintah cepat-cepat menurunkan harga kedelai, kasihan lah pengusaha-pengusaha kecil seperti saya, apalagi sekarang sedang pandemi,” tandasnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post