KAB. CIREBON, (FC).- Pemangkasan anggaran pembangunan infrastruktur yang mencapai sekitar 80 persen untuk penanganan pandemi covid-19 berimbas banyaknya perencanaan pembangunan yang tertunda.
Dari sisa anggaran yang ada dialokasikan untuk membangun sarana infrastruktur skala prioritas dengan hasil yang sudah sangat maksimal baik dari waktu pelaksanaan maupun hasil dari pelaksanaannya.

Hal itu terungkap saat dilakukan safari pembangunan Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi bersama pimpinan SKPD, di beberapa titik pembangunan di wilayah timur Kabupatrn Cirebon, Selasa (29/12).
Menurut Bupati, pelaksanaan pembangunan infrastruktur di tahun anggaran 2020, sebagian besar anggaran terpangkas untuk penanganan pandemi covid-19. Dari sisa anggaran yang ada dan telah dialokasikan untuk beberapa pembangunan fisik.

Dari hasil safari pembangunan yang dilaksanakan pada Senin- Selasa (28-29/12), hasil sudah sesuai dari perencanaan dan bisa selesai dari target waktu yang telah ditentukan.
“Seperti kita tahu, dari safari pembangunan yang kita lakukan, beberapa pembangunan hasilnya sudah sesuai dengan apa yang telah dirogramkan dari awal,” ungkap Imron.
Beberapa perencanaan pembangunann yang seyogyanya dilaksanakan di tahun anggaran 2020 terpaksa ditangguhkan karena pandemi covid-19.

Menurutnya penundaan tersebut akan tetap dianggarkan ditahun 2021, namun itupun masih melihat situasi dan kondisi apakah pandemi covid-19 ini akan terus terjadi.
Bila memang hingga februari 2021 pandemi covid-19 masih terjadi, dipastikan anggaran pembangunan tahun 2021 juga dipastikan akan tersedot kembali untuk penanganan covid-19.

Dan dipastikan infrastruktur yang sudah menngalami kerusakan masih bellum bisa diakukan perbaikan.
“Perencanaan pembangunan kita telah melakukan revisi, tetapi kita meihat perkembangan dahulu sampai februari 2021, kalau memang pandemi covid-19 selesai, maka kita sudah bisa melanjutkan pembangunan fisik yang sudah direncanakan dan diprogramkan,” harap Imron.

Sementara Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cirebon, Iwan Rizki kepada FC mengungkapkan, anggaran pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon pada masa pandemi covid-19 mengalami refocusing anggaran untuk penanganan covid-19 mencapai hampir 80 persen.
Dari sisa yang ada pihaknya telah memaksimalkan pekerjaan diantaranya peningkatan jalan sepanjang 50 kilometer, pemeliharaan jalan sekitar 300 kilometer dari sekitar 1.240 kilometer yang ada, juga pembangunan irigasi.
Menurutnya, kedepan, penanganan jalan, irigasi dan penanganan banjir masih menjadi skala prioritas mengingat saat ini ada beberapa wilayah yang mengalami banjir.
Penanganan diakukan dari mulai penanganan sampah, pembuatan sodetan sampai dengan normaisasi sungai.
“Untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur di tahun anggaran 2020, dari sisa anggaran setelah refocusing pandemi covid-19, kita sudah maksimallkan dan telah sesuai dari apa yang telah dirogramkan,” ungkapnya. (Nawawi/adv)










































































































Discussion about this post