KAB. CIREBON, (FC).- Banyak cara dalam upaya peningkatan budaya literasi, salah satunya dengan membuat sekolah alam, hal itu seperti yang dilakukan mahasiswa Institute Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC) saat melaksanakan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tahun 2020, di Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu (16/12).
Ketua Kelompok KPM IAI Bunga Bangsa Cirebon, Luthfiah mengatakan Program Sekolah Alam (PSA) ini untuk meningkatkan budaya literasi. Kegiatan mahasiswa KPM IAI BBC bekerjasama dengan Komunitas Lapak Aksara, yang merupakan Komunitas Baca Pemuda Desa Sindanglaut.
“Banyak masyarakat khususnya anak-anak merasa bosan dan jenuh akan rutinitas selama delapan bulan terakhir ini, ketika PSA ini di sosialisasikan mendapat respon yang positif dari berbagai kalangan,”ungkapnya.
Menurut Luthfiah, Pendirian Sekolah Alam ini dilatarbelakangi oleh keinginan yang kuat untuk meningkatkan gerakan literasi di Desa Sindanglaut. Bukan tanpa alasan dinamakan Sekolah Alam, karena pusat kegiatannya bertempat di alam terbuka yakni berada di Obyek Wisata Baru Cigoek Desa Sindanglaut.
“Awalnya ini atas inisiatif pemuda setempat untuk mengoptimalkan potensi desa yang masih terpendam belum terekspos. Alhamdulillah semenjak kegiatan ini berlangsung jumlah pengunjung meningkat dan membantu dalam peningkatan ekonomi warga, dengan membuka usaha di sekitar area Wisata Cigoek,”paparnya
Dalam pelaksanaan SPA ini anak-anak tidak sekedar membaca, namun di sekolah alam ini anak-anak diberikan keterampilan lainnya yang menunjang untuk pengembangan kreatifitas dan kualitas diri, seperti pelatihan story telling/mendongeng, pelatihan desain grafis dan masih banyak lagi.
“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi manfaat dan keberkahan untuk semua lapisan masyarakat khususnya anak-anak di Desa Sindanglaut ini,”harapnya
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) IAI BBC, Iman Jalaludin Rifa’I mengatakan sekolah alam ini merupakan konsep pendidikan di era new normal, hal tersebut didasari rasa keprihatinan akan minat serta minimnya anak-anak selama belajar di rumah.
Hal ini yang menjadi alasan Mahasiswa IAI BBC bersama Komunitas Lapak Aksara membuat Program Sekolah Alam ini.
“Dalam kegiatanya kami memadukan dengan teknologi digitalisasi untuk saling berpacu dalam meningkatkan semangat, minat belajar anak anak,” ungkap Imam
Kegiatan ini, menurut Imam, dapat mengobati kerinduan anak-anak akan lingkungan sekolah, karena mereka bisa berkumpul, berinteraksi, diskusi dan sekaligus dapat bermain, tentunya ini akan mengembalikan semangat dan keinginan anak-anak untuk kembali belajar.
Terpisah, Kuwu Desa Sindanglaut Ahmad Jaelani, mengapresiasi kegiatan SPA yang dilakukan Mahasiswa KPM IAI BBC ini. Menurutnhya kegiatan ini sangat bermanfaat dan juga positif dalam menumbuhkan minat baca khususnya generasi emas.
“Banyak anak-anak usia sekolah tidak dapat beraktivitas layaknya anak sekolah pada umumnya, karena keadaan yang memaksa anak-anak diharuskan belajar dari rumah,” katanya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post