KOTA CIREBON, (FC).- Libur panjang akhir Bulan Oktober ini tidak berpengaruh pada kedatangan bus maupun tingkat keterisian penumpang bus. Hal ini terjadi pada Terminal Tipe A Harjamukti Kota Cirebon, yang terlihat lenggang untuk sebuah terminal besar.
Kepala Terminal Harjamukti, Komarudin mengatakan, kedatangan bus tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terkait masih terjadinya pandemi Covid-19, terutama didaerah asal keberangkatan bus. Yang menyebabkan sepinya penumpang yang bepergian keluar daerah tujuan seperti Cirebon.
“Pengaruh liburan panjang tidak signifikan mas. Bus dan kedatangan penumpang tetap saja sepi,” jelasnya kepada FC, Minggu (1/11).
Disebutkan Komarudin, pada 29-30 Oktober kedatangan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tercatat 202 unit, dengan membawa penumpang sebanyak 275 orang. Sementara keberangkatannya ada 202 unit bus, dengan penumpang 674 orang.
Kemudian untuk kedatangan Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 130 unit bus datang ke Terminal Harjamukti dengan menurunkan penumpang sebanyak 306 orang. Dan untuk keberangkatannya sebanyak 123 unit bus, membawa penumpang sebanyak 565 orang.
“Secara keseluruhan pada Bulan Oktober ini kedatangan Bus AKAP dan AKDP adalah 2.368 unit dengan penumpang 4.104 orang, keberangkatannya 2.207 dengan penumpang 7.587 orang,” sebutnya.
Namun demikian, pihaknya tetap menjalankan prosedur tetap penerapan protokol kesehatan secara ketat. Setiap penumpang yang akan berangkat dan turun, diharuskan melalui ruang tunggu terminal. Karena akan dilakukan pemeriksaan masker dan suhu tubuh serta diwajibkan cuci tangan.
“Untuk sementara kejadian positif Covid-19 dari Terminal Harjamukti tidak ada alias nol. Dan itu akan kita pertahankan terus dengan protokol kesehatan,” imbuhnya.
Di tempat terpisah, salah seorang awak bus AKAP jurusan Jawa Timur Sudarno (45) mengungkapkan, bus yang dibawanya dari Jakarta dengan tujuan Surabaya hanya terisi 8 orang saja. Sedangkan sebelumnya pada keberangkatan dari Surabaya terisi 25 penumpang.
“Ya sepi mas, ini dari Jakarta mau ke Surabaya hanya bawa sedikit penumpang. Nanti sampai garasi belum tentu langsung berangkat, tergantung penumpang yang persen tiket,” pungkasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post