KAB. CIREBON, (FC).- Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN). Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) masih konsen terhadap kekerasan anak yang masih tinggi. Tentu ini masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu kerjasama dengan semua pihak.
Dengan bergesernya pola pengasuhan anak sebagai dampak dari Covid-19, dengan banyaknya anak beraktifitas di rumah maka peran orang tua sangat penting mengawasi kegiatan anak kesehariannya.
Karena dilihat dari sisi pengalaman dampak dari korban kekerasan terhadap anak ini dilakukan oleh orang-orang terdekat.
“Maka momentum Hari Anak Nasional ini terutama peran orang tua bisa lebih ditingkatkan, agar anak-anak dapat berkiprah dimasa yang akan datang sebagai pewaris dunia,” ungkapnya.
Iyan melanjutkan, dengan bergesernya budaya dan peradaban serba internet dan teknologi, maka menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya. Akan tetapi tetap keluarga menjadi lembaga pertama yang mendidik, membesarkan dan menghasilkan kualitas SDM dimasa yang akan datang.
“Pengasuhan pola anak dari zaman dulu hingga sekarang sangat berbeda, dimana anak sekarang lebih fokus dengan gadget, dengan seperti itu hubungan anak dan orang tua terputus dan ini menjadi tantangan bagi kami, ditambah etika anak lebih banyak berubah terutama soal sopan santun. Kami harus ekstra keras untuk pelan-pelan mengembalikan jati diri anak ke pola zaman dulu,” tukasnya. (Gofar)













































































































Discussion about this post