Oleh : Syahrul Kirom, M.Phil
Jl. Perjuangan Sunyaragi Kota Cirebon
Menurunya daya beli masyarakat Indonesia yang disebabkan wabah pandemi virus corona perlu disikapi bersama oleh pemerintah. Dengan menurunya daya beli masyarakat ini karena banyaknya pengangguran dan kemiskinan di Indonesia yang diakibatkan wabah covid19 dan lockdown atau berdiam di rumah dan tidak bekerja untuk mencegah penyebaran wabah covid 19 sehingga rakyat Indonesia tidak mampu membeli barang-barang kebutuhan pokok.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan per Februari 2020, atau sebelum pandemi Covid-19 menyeruak, angka pengangguran di Indonesia mencapai 6,88 juta naik 60.000 orang secara tahunan. Adapun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2020 turun menjadi 4,99 persen dari 5,01 persen periode yang sama tahun lalu. Total angkatan kerja pada bulan kedua tahun berjalan mencapai 137,91 juta orang, dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 131,03 juta orang.
Jika masa darurat pandemi bisa berakhir 29 Mei 2020 seperti asumsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TPT tahun ini bisa mencapai kisaran 4,8 persen—5 persen dari total angkatan kerja. Namun, jika masa pandemi tak kunjung teratasi hingga kuartal II/2020 berakhir, TPT di Indonesia pada tahun ini dikhawatirkan melambung lebih tinggi dari level 5 persen.
DI Tengah wabah Corona angka pengangguran makin tinggi dan intervensi proteksi daya beli serta stimulus ke sektor riil tidak cukup berhasil, maka pemulihan ekonomi pascapandemi akan makin berat. Apalagi, bila wabah terus berlanjut melewati kuartal II/2020, sektor riil akan makin sulit rebound. Paling cepat perlu waktu 1 tahun baru akan rebound karena perlu waktu lebih lama untuk memulihkan daya beli dan confidence masyarakat untuk melakukan konsumsi di level domestik yang menjadi pendorong utama aktifitas ekonomi sektor riil nasional. Ekonomi Indonesia masih dihantui risiko penurunan daya beli, penurunan kegiatan konsumsi nasional, penurunan produksi dan transaksi ekonomi lain (perdagangan dan investasi), stagnasi ekonomi, serta gejolak sosial
Untuk menyikapi daya beli yang menurun akibat dampak wabah penyakit Corona dan luckdown, maka diperlukanlah sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi itu menunjukkan tentang bagaimana faktor produksi diatur demi pemenuhan kebutuhan tiap-tiap orang dalam masyarakatnya. Dengan disepakatinya Pancasila sebagai pandangan hidup, dasar negara dan ideologi nasional maka negara Indonesia adalah negara ideologisnya dengan konsekwensi bahwa cara pandang kebijakan maupun perilaku negara dan masyarakat harus merupakan pengejawantahan pada sistem ekonomi Pancasila.
Implementasikan Ekonomi Pancasila di tengah Corona
Sistem ekonomi pancasila yang menekankan pada aspek gotong royong. Bantuan sosial sembako dan lain-lainKarena itu, Pejabat pemerintah Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai dasar negara sebagai upaya pertumbuhan perekonomian dalam menjalankan roda sistem ekonomi di Indonesia. Kemiskinan dan pengangguran yang semakin melebar di Indonesia itu akibat dari kurangnya menerapkan sistem ekonomi Pancasila.
Karena itu, pada saat ini untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran diperlukan sistem ekonomi pancasila dalam kehidupan perekonomian di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dengan asas kekeluargaan dan mencerminkan karakter bangsa Indonesia dengan selalu mengedepankan sisi ekonomi kemanusiaan, sisi etika ekonomi, etika sosial dalam hubungan dengan yang lain, dalam konteks bisnis dan jual beli serta pengambilan kebijakan dengan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan dalam menjaga perekonomian harus betul dilestarikan dengan tujuan pemerataan hak-hak ekonomi dengan rakyat kecil.
Dalam konteks ekonomi pancasila, hal itu merupakan ekonomi yang lebih menitikberatkan pada falsafah hidup pancasila sebagai landasan utama dalam menjalankan roda perekonomiaan dengan selalu memegang teguh pada ekonomi pancasila, sebagai manusia sosial (homo socius), manusia beretika (homo ethicus) dan manusia ekonom (homo economicus). Ketiga unsur itu harus dijaga dalam proses perekonomian dan perdagangan yang ada di Indonesia, sehingga dengan merevitalisasi nilai-nilai ekonomi pancasila dapat diharapkan kesejahteraan dan keadilan ekonomi sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sistem ekonomi pancasila sejatinya ingin mengajak pada pelaku ekonomi, pengusaha dengan selalu mengedepankan nilai-nilai moral yang berdasarkan pada asas kemanusiaan, bukan lebih mengedepankan keuntungan secara pribadi ataupun kelompok. Etika luhur harus dipakai dalam melaksanakan setiap bisnis, sehingga nafsu serakah dan dominatif dalam perekonomian perlu dihindarkan dan direduksi untuk mengurangi kemiskinan dan lebih mengedepankan unsur pemerataan hak-hak ekonomi rakyat kecil.
Ekonomi pancasila itu juga berdasarkan pada sila ke lima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesi dan dalam pasal 33 ayat 1,2 dan 3 dijelaskan tentang sistem perekonomian, kemudian pasal 27, ayat 2 dijelaskan bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dalam pasal 34 berbunyi : fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Berpijak dari pasal 27 dan 33, 34 sudah semestinya pemerintah mampu menjamin hak atas pekerjaan dan kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia, sehingga faktor kemiskinan dan pengangguran dapat diatasi, itu jika pemerintah pusat dan daerah mau mengamalkan pasal tersebut dan sila ke lima yang bersumber dari pancasila dan UUD 1945. Kiranya, ekonomi pancasila sangat tepat diimplementasikan di Indonesia sebagai upaya untuk menyejahterakan dan memakmurkan seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, untuk mengatasi masalah perekonomian ditengah wabah pendemi Corona diperlukan sistem ekonomi pancasila. Ekonomi gotong royong pada rakyat kecil. Karena itu, pemerintah dalam mengambil kebijakan ekonomi makro maupun mikro haruslah berdasarkan nilai-nilai ekonomi pancasila, terutama pada asas kekeluargaan, asas gotong royong, asas kerakyatan yang mengandung keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan tujuan sebagai upaya dalam mengatasi kemiskinan, pengangguran dan untuk mencapai taraf kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Semoga.
















































































































Discussion about this post