KOTA CIREBON, (FC).- RW 08 Kecamatan Pekalipan Kelurahan Pekalipan Kota Cirebon kembali mengadakan kegiatan posyandu yang rutin dilakukan setiap bulannya.
Kegiatan posyandu ini bertujuan untuk mengontrol dan mengetahui status gizi yang ada di RW 08.
Salah satu koordinator kelurahan pekalipan Nurul mengatakan, dari target yang ditetapkan sebanyak 26 orang balita di RW 08 hanya ada setengahnya yang datang.
“Untuk hari ini baru ada 12 orang balita yang datang untuk memeriksakan berat badan dan kondisi kesehatan lainnya dari target 26 orang balita,” kata Nurul kepada FC, Rabu (15/7).
Nurul mengungkapkan, bagi warga yang belum sempat datang ke posyandu, perwakilan kader akan melakukan sweeping ke rumahnya.
“Kita punya target minimal 80 persen balita terdata status gizinya, ya syukur-syukur bisa 100 persen, kita pasti akan sweeping sehabis kegiatan ini,” tuturnya.
Nurul mengungkapkan, mayoritas balita yang datang dalam kondisi sehat dan status gizinya ideal. Status gizi yang ideal ini terdapat beberapa komponen didalamnya.
“Mayoritas yang datang ini kondisinya sehat, dari berat badan dan tinggi badannya, ada perhitungan khususnya tersendiri,” ungkapnya.
Namun dari 26 orang balita tersebut ada salah seorang balita di RW 08 ini mengalami gizi buruk, dan harus diperhatikan secara lebih mendalam.
“Ada seorang balita yang alami gizi buruk, karena faktor terlahir secara prematur dan juga balita tersebut mengalami penyakit bibir sumbing,” ungkapnya.
Nurul mengatakan, balita tersebut tidak boleh ke posyandu dikarenakan balita tersebut membutuhkan penanganan khusus di Puskesmas terkait.
“Kita juga berharap kepada pemerintah terkait untuk membantu penanganan dan pengobatan dari balita tersebut, dan juga pemerintah bisa memberikan perhatian khusus kepada perkembangan gizi masyarakatnya,” ungkapnya.
Sementara itu untuk kesehatan lansia sendiri di RW 08 penyakit yang paling banyak diderita oleh lansia sendiri adalah darah tinggi.
“Untuk jumlah lansia yang datang hari ini baru 17 orang dari target 80 orang, dan mayoritas terkena penyakit darah tinggi,” ungkapnya.
Nantinya pihak posyandu melalui para kadernya akan menyampaikan keluhan penyakit masyarakat ini kepada dokter puskesmas terkait.
“Jika ada penanganan lebih lanjut, kita anjurkan langsung datang ke puskesmas terkait,” tandasnya. (Sakti)

















































































































Discussion about this post