KAB. CIREBON, (FC).- Perubahan data penerima bantuan sosial (Bansos) yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat tahap dua yang mengalami pengurangan lebih dari 50 persen, dari tahap pertama. Kondisi ini hampir terjadi tiap desa di Kabupaten Cirebon.
“Kuwu direpotkan atas pengurangan Banprov itu, karena para Kuwu harus mencari solusi untuk penanganan warga yang tak mendapatkan Banprov di tahap dua ini,” ungkap Ketua Forum Kuwu Kebupaten Cirebon (FKKC) Kecamatan Babakan Yeni Setiati, Senin (13/7).
Banprov tahap dua pun, kata Yeni terkesan telah mengadu Kuwu dengan masyarakatnya. Untuk itu pihaknya langsung mengeluarkan keluh kesahnya kepada Camat Babakan.
“Bansos tahap satu saja menguras fikiran para Kuwu, apalagi Bansos tahap dua ini yang ada pengurangan hingga 50 persen,” cetus Yeni yang juga sebagai Kuwu Desa Babakangebang.
Yeni mengaku pelaksanaan pemberian Bansos pada tahap awal telah cukup menguras fikiran para Kuwu, bagaimana mengolah data warga agar tetap kondusif dengan membagi kelompok penerima bantuan sesuai sumber bantuan. Dan sisanya diselesaikan dengan program Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT DD), tahap pertama telah berjalan dan sedikit meringankan beban fikiran para Kuwu.

















































































































Discussion about this post