“Tiba-tiba secara mendadak di penyaluran tahap dua dari program Banprov ada perubahan hampir sekitar 50 persen, meski semua data dari Pemprov tapi warga itu tau nya ke Pemdes, terkesan Pemprov mengadu warga dengan para Kuwu nya,” cetus Yeni.
Dijelaskan Yeni, untuk Desa Babakangebang, Banprov tahap awal warganya mendapat bantuan sebanyak 362 KK pada tahap kedua menjadi 272 KK, Desa Cangkuang dari 374 KK menjadi 172 KK, Desa Bojonggebang dari 172 KK menjadi 71 KK.
Kemudian Desa Sumber Kidul dari 337 menjadi 146 KK, dan hampir semua desa di Kecamatan Babakan mengalami hal serupa.
Pada tahap awal Banprov di Kecamatan Babakan total mencapai 3.289 KK dan di tahap dua menjadi 1.826 KK. Sementara untuk mengantisipasi warga penerima Banprov tahap awal yang sekarang tidak lagi mendapat Banprov sudah tidak ada program Bansos lain.
“Sementara kita serahkan kepada Pemdes masing- masing, apakah Banprov tahap dua akan dibagi yang punya nama dapat paket sembako dan yang tidak mendapat diberi kebijakan menerima uang tunainya, atau akan dimasukkan ke tambahan penerima BLT DD, atau sudah tidak usah diberi bantuan sesuai kenyataan data yang ada, semua diserahkan kepada kebijakan dengan melihat kondusifitas desa masing-masing,” bebernya.

















































































































Discussion about this post