KOTA CIREBON, (FC).- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon (Daop 3 Cirebon) mencatat kinerja positif pada layanan angkutan barang selama Semester I Tahun 2026. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total volume barang yang berhasil diangkut mencapai 101.918 ton, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta api.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa angkutan barang menggunakan kereta api semakin menjadi pilihan utama karena dinilai lebih efisien, aman, tepat waktu, dan berkelanjutan.
“Kereta api menjadi solusi logistik yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara aman, tepat waktu, dan lebih efisien. Selain meningkatkan daya saing logistik nasional, angkutan barang berbasis rel juga mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengurangan emisi karbon dan peralihan distribusi barang dari jalan raya ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Muhibbuddin pada Kamis (9/6).
Berdasarkan realisasi Semester I Tahun 2026, komoditas yang diangkut KAI Daop 3 Cirebon meliputi: Parcel: 1.928,5 ton, Semen: 93.840 ton, Barang Hantaran Potongan (BHP): 471,5 ton dan Barang Pendukung Prasarana Perkeretaapian (KLB): 5.678 ton
Dari total tersebut, angkutan semen menjadi komoditas terbesar dengan kontribusi mencapai 93.840 ton. Tingginya volume tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi logistik melalui moda transportasi kereta api yang dinilai lebih efektif dan andal.
Muhibbuddin menjelaskan, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan aman, tepat waktu, dan berkesinambungan.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa layanan angkutan barang KAI semakin dipercaya oleh pelanggan. Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat konektivitas logistik, serta menghadirkan layanan yang semakin andal dan kompetitif guna memenuhi kebutuhan distribusi barang di berbagai sektor,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya mendukung sistem logistik nasional yang lebih hijau, KAI Daop 3 Cirebon terus mendorong pemanfaatan angkutan barang berbasis rel. Penggunaan kereta api dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya, menekan potensi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), mengurangi kemacetan, serta menurunkan emisi gas rumah kaca.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mewujudkan sistem transportasi rendah karbon.
Bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin menggunakan layanan angkutan barang, KAI Daop 3 Cirebon membuka layanan melalui Kantor Angkutan Barang Daop 3 Cirebon di Jalan Kartini Nomor 22, Kejaksan, Kota Cirebon. Informasi juga dapat diperoleh melalui email angbar.daop3@gmail.com maupun situs resmi layanan kargo KAI.
“KAI Daop 3 Cirebon juga masih membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku usaha, industri, maupun penyedia jasa logistik yang membutuhkan layanan angkutan barang berbasis kereta api. Kami siap mendukung kebutuhan distribusi barang dengan layanan yang aman, efisien, kompetitif, dan ramah lingkungan,” ujar Muhibbuddin.
Ia menegaskan, melalui layanan angkutan barang berbasis rel, KAI berkomitmen mendukung agenda pemerintah dalam menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, aman, dan rendah emisi.
“Semakin banyak distribusi barang beralih ke kereta api, semakin besar pula kontribusi terhadap terciptanya transportasi yang berkelanjutan,” tutup Muhibbuddin. (Agus)












































































































Discussion about this post