KOTA CIREBON, (FC).– Sentra Kegiatan Masyarakat (SEGI) 3 Pengampon, RW 03, Kelurahan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, menjadi salah satu lokasi kunjungan lapangan dalam rangkaian ITB Global Studio 2026 bertema “Measuring Informality and Climate Adaptation in the Urban South” pada Rabu (8/7).
Kegiatan yang memasuki hari ketiga ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun mancanegara untuk mempelajari praktik adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat.
Lurah Lemahwungkuk, Fie Hasby Maulana mengatakan kunjungan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat karena inovasi budidaya maggot yang dikembangkan warga mendapat perhatian dari akademisi internasional.
“Kami merasa bangga karena RW 03 Pengampon dipercaya menjadi salah satu lokasi studi lapangan ITB Global Studio 2026. Ini menjadi bukti bahwa inovasi masyarakat dalam mengelola sampah organik melalui budidaya maggot memiliki nilai dan layak dipelajari oleh mahasiswa dari berbagai negara,” katanya.
Menurutnya, budidaya maggot yang dikembangkan masyarakat tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penjualan maggot dan kasgot sebagai pupuk organik.
“Harapan kami, kunjungan ini dapat memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan inovasi lingkungan. Selain itu, Kampung Pengampon dapat semakin dikenal sebagai kawasan percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan menjadi tujuan studi maupun penelitian dari berbagai pihak,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai proses budidaya maggot, mulai dari pemanfaatan sampah organik sebagai pakan hingga pengolahan hasil budidaya yang memiliki nilai ekonomi.
Mereka juga berdialog langsung dengan pengelola dan masyarakat untuk memahami bagaimana inisiatif lokal mampu mendukung pengurangan sampah sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan.
Program ITB Global Studio 2026 diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama sejumlah perguruan tinggi internasional, di antaranya The University of Sydney (Australia), The University of Auckland (Selandia Baru), Universiti Teknologi Malaysia (Malaysia), Hunan University dan Renmin University of China (Tiongkok), German University in Cairo (Mesir), Umm Al-Qura University (Arab Saudi), University of Aveiro (Portugal), University of Economics Ho Chi Minh City, serta Vietnam National University of Economics (Vietnam).
Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, dan budaya dalam mengkaji tantangan perkotaan serta solusi adaptasi perubahan iklim secara kolaboratif.
Sementara itu, Camat Lemahwungkuk, Catur Wulan Anggraeni mengungkapkan, dipilihnya kawasan pesisir Cangkol sebagai lokasi penelitian merupakan kehormatan bagi Pemerintah Kecamatan Lemahwungkuk.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami karena wilayah Cangkol menjadi salah satu lokasi penelitian program studio global yang berkolaborasi secara internasional dan diselenggarakan oleh Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB. Program ini berfokus pada solusi inovatif dan desain inklusif untuk menjawab persoalan permukiman perkotaan serta adaptasi iklim yang sangat penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan kawasan pesisir Cangkol memiliki potensi besar, baik dari sisi ekosistem maupun kehidupan masyarakatnya. Namun, kawasan tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan lingkungan yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan mitra internasional merupakan langkah penting untuk menghasilkan solusi inovatif. Kami berharap hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi rekomendasi dalam penataan permukiman, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelasnya.
Selain melakukan studi lapangan mengenai penataan kawasan permukiman, para peserta juga memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun lerak, yakni sabun pembersih alami serbaguna yang terbuat dari ekstrak buah lerak.
Seluruh hasil kajian dan rekomendasi dari rangkaian ITB Global Studio 2026 dijadwalkan akan dipresentasikan di Institut Teknologi Bandung pada 14 Juli 2026. (Agus)













































































































Discussion about this post