KAB.CIREBON, (FC).- Ribuan warga Desa Lebakmekar, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, rela berpanas-panasan demi mendapatkan bantuan pangan nasional berupa beras dan minyak goreng, Rabu (17/6).
Sejak pagi hingga sore hari, warga tampak memadati lokasi pembagian bantuan yang telah disiapkan pemerintah desa.
Tercatat sebanyak 1.951 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut. Tingginya jumlah penerima membuat antrean mengular, namun warga tetap tertib menunggu giliran masing-masing.
Sekretaris Desa Lebakmekar, Royadi, mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi karena hampir dua ribu keluarga tercatat sebagai penerima bantuan.
“Jumlah penerimanya memang sangat banyak, sehingga sejak pagi warga sudah berdatangan untuk mengambil bantuan,” ujarnya.
Menurut Royadi, mayoritas penerima berasal dari kelompok masyarakat Desil 1 hingga Desil 4 atau keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah yang menjadi sasaran program bantuan pemerintah.
Meski demikian, pihak desa mengakui data penerima bantuan masih memerlukan pembaruan agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.
“Data yang digunakan saat ini masih mengacu pada data lama sehingga perlu dilakukan pemutakhiran,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan sejumlah nama penerima yang telah meninggal dunia. Namun bantuan tetap dapat diterima oleh anggota keluarga yang memenuhi ketentuan sebagai ahli waris.
“Masih ada penerima yang sudah meninggal, tetapi bantuannya diambil oleh anggota keluarga yang berhak,” jelas Royadi.
Untuk menjaga ketertiban dan menghindari penumpukan massa, pemerintah desa menerapkan sistem pelayanan berdasarkan urutan kedatangan. Warga yang datang lebih awal mendapat kesempatan terlebih dahulu untuk mengambil bantuan.
“Semua mengikuti antrean. Siapa yang datang lebih dulu, dia yang dilayani lebih dulu,” tegasnya.
Royadi menambahkan, Dinas Sosial bersama pemerintah kecamatan telah melakukan sosialisasi terkait pemutakhiran data penerima bantuan sosial.
Sekitar 950 kepala keluarga kategori Desil 1 akan menjadi prioritas dalam proses pembaruan data untuk periode Juli hingga Desember mendatang.
“Harapannya, data penerima bantuan semakin akurat sehingga program bantuan benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Di tengah panjangnya antrean dan cuaca yang cukup terik, warga tetap menunjukkan kesabaran. Salah seorang penerima bantuan, Pinah, mengaku tidak keberatan harus menunggu berjam-jam demi memperoleh bantuan kebutuhan pokok tersebut.
“Karena penerimanya banyak, ya harus antre. Yang penting bantuannya bisa diterima,” ujarnya.
Ia mengaku datang saat antrean sudah cukup panjang. Namun kondisi itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menunggu hingga mendapatkan bantuan.
“Kalau tidak ikut antre sekarang, nanti kapan lagi ambilnya. Jadi saya sabar menunggu giliran meskipun panas,” tuturnya.
Program bantuan pangan nasional tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat, terutama bagi keluarga yang masih menghadapi tekanan ekonomi. (Nawawi)












































































































Discussion about this post