KAB.CIREBON, (FC).- Aliansi Masyarakat Karangsembung Peduli (AMKP) mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan rusak dari depan Pasar Karangsembung hingga perlintasan rel kereta api di Desa Karangtengah, Kecamatan Karangsembung.
Desakan tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Kantor Kecamatan Karangsembung, Selasa (9/6), dan dihadiri unsur DPRD Kabupaten Cirebon, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Forkopimcam, serta perwakilan masyarakat.
Koordinator AMKP, Muhammad Affandi, mengatakan kerusakan jalan yang telah berlangsung lama kini semakin mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Affandi, kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata telah memicu sejumlah kecelakaan. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, dua unit truk dilaporkan terguling akibat kondisi jalan yang buruk.
“Sudah dua kali truk terguling. Kami khawatir jika tidak segera ditangani akan menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur jalan, AMKP juga menyoroti masalah pengelolaan sampah yang dinilai semakin memprihatinkan.
Tumpukan sampah yang belum terangkut disebut mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga.
“Pengelolaan sampah harus segera dibenahi karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” tegas Affandi.
Dalam forum tersebut, masyarakat meminta pemerintah daerah dan DPRD tidak hanya menyampaikan janji, tetapi segera merealisasikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Hasil audiensi kemudian dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang menjadi dasar komitmen tindak lanjut seluruh pihak.
“Alhamdulillah, seluruh tuntutan masyarakat telah dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang disepakati,” ujarnya.
Salah satu poin kesepakatan adalah percepatan penanganan sementara jalan rusak melalui pemadatan dan perapihan ruas jalan dalam kurun waktu sekitar dua pekan.
Pemerintah daerah juga berkomitmen mengupayakan penggeseran anggaran pada Perubahan APBD guna mendukung pembangunan jalan secara permanen melalui pengecoran.
“Perbaikan permanen penting dilakukan agar kerusakan tidak terus berulang,” katanya.
Meski demikian, masyarakat berharap seluruh komitmen yang telah disepakati dapat direalisasikan sesuai rencana.
“Kami ingin melihat bukti nyata, bukan sekadar janji,” tandas Affandi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, menegaskan bahwa persoalan jalan rusak di Karangsembung merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.
“Karena sifatnya sangat urgen, kami akan mendorong dinas terkait agar segera mengalokasikan anggaran penanganannya,” ujar Nana.
Ia menjelaskan, prioritas perbaikan berada pada ruas jalan depan Pasar Karangsembung hingga perlintasan rel kereta api Karangtengah. Dalam waktu dekat, pemadatan jalan akan dilakukan sebagai langkah awal untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Minimal dilakukan pemadatan terlebih dahulu sambil menunggu pembangunan permanen,” katanya.
Menurut Nana, banyaknya keluhan masyarakat dan tingginya angka kecelakaan menjadi alasan kuat agar program perbaikan segera direalisasikan.
“Masyarakat membutuhkan realisasi, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut juga terungkap bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon telah merencanakan perbaikan pada 11 titik jalan di wilayah Karangsembung. Selain itu, usulan peningkatan jalan sepanjang sekitar empat kilometer akan diperjuangkan dalam program pembangunan berikutnya.
“Kami akan mengupayakan perbaikan melalui anggaran perubahan sambil menyiapkan program peningkatan jalan yang lebih permanen,” ungkap Nana.
Di sisi lain, Camat Karangsembung, Lina Marliana, mengapresiasi langkah masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui jalur audiensi secara terbuka dan konstruktif.
“Aspirasi masyarakat merupakan perhatian pemerintah dan akan kami kawal bersama,” ujarnya.
Lina menambahkan, audiensi menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait penanganan sampah, perbaikan infrastruktur jalan, serta peningkatan pelayanan publik. Pemerintah kecamatan, kata dia, siap mengawal seluruh hasil kesepakatan hingga terealisasi.
“Kami siap mengoordinasikan dan mengawal seluruh hasil kesepakatan tersebut,” tegasnya.
Ia juga menyebut sejumlah usulan masyarakat sebenarnya telah masuk dalam program pembangunan daerah, termasuk perbaikan ruas jalan Sindanglaut–Pabuaran yang saat ini tengah berproses melalui sistem pengadaan LPSE.
“Kami berharap pelaksanaan pembangunan dapat direalisasikan pada tahun ini,” pungkasnya.
Audiensi tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Karangsembung untuk memastikan persoalan infrastruktur dan lingkungan memperoleh perhatian serius dari pemerintah daerah demi keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan warga. (Nawawi)














































































































Discussion about this post