KAB.CIREBON, (FC).- Tim pelayanan veteriner dari Rumah Sakit Hewan (RSH) Provinsi Jawa Barat memeriksa kawasan penangkaran kura-kura Belawa di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Selasa (12/5).
Pemeriksaan dilakukan setelah tiga ekor kura-kura Belawa ditemukan mati dalam beberapa hari terakhir.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian satwa endemik khas Cirebon itu sekaligus mengantisipasi terulangnya kematian massal seperti yang pernah terjadi pada 2010 silam.
Kepala Rumah Sakit Hewan Jawa Barat, drh Yoni, mengatakan tim veteriner melakukan pemeriksaan menyeluruh di kawasan konservasi, mulai dari kondisi kolam, kualitas air, kepadatan populasi hingga kemungkinan adanya bakteri atau hewan lain yang masuk ke habitat kura-kura.
“Kami datang untuk melakukan investigasi dan mencari penyebab kematian kura-kura Belawa,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim mengambil sampel air kolam dan swab dari tubuh kura-kura yang mengalami luka untuk diuji di laboratorium.
“Sampel air dan swab luka sudah kami ambil untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.
Menurut Yoni, penyebab pasti kematian kura-kura hingga kini belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil laboratorium. Namun dugaan sementara mengarah pada faktor lingkungan habitat, terutama kualitas air dan pola pemberian pakan.
“Belum bisa disimpulkan sekarang karena masih menunggu hasil laboratorium,” ungkapnya.
Selain investigasi, tim veteriner juga memberikan masukan kepada pengelola terkait perawatan habitat dan pola pemberian makanan.
Yoni menjelaskan, kura-kura Belawa merupakan satwa karnivora yang membutuhkan asupan protein cukup tinggi agar kondisi kesehatannya tetap terjaga.
“Kualitas air harus rutin diperhatikan dan kebutuhan protein pada pakan juga perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Meski ditemukan beberapa kasus kematian, pihaknya memastikan belum ada indikasi wabah menular yang menyebar cepat di kawasan penangkaran tersebut.
“Sejauh ini belum ada indikasi wabah menular cepat,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan kura-kura Belawa menjadi pengalaman pertama bagi tim veteriner karena satwa tersebut tergolong langka dan hanya ditemukan di wilayah Cirebon.
Sementara itu, Kuwu Belawa, Deni Kusuma, berharap hasil investigasi dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengelolaan habitat kura-kura Belawa.
“Harapannya ada perhatian dan dukungan agar pelestarian kura-kura Belawa terus berjalan,” ujarnya.
Peristiwa tersebut mengingatkan kembali pada kejadian tahun 2010 lalu saat ratusan kura-kura Belawa mati mendadak hingga tersisa sekitar 37 ekor.
Melalui upaya konservasi dan penangkaran yang dilakukan pengelola bersama masyarakat, populasi kura-kura Belawa kini kembali meningkat hingga mencapai ratusan ekor. (Nawawi)















































































































Discussion about this post