KAB.CIREBON, (FC).– Kondisi jalan poros penghubung Desa Mundu Pesisir menuju Desa Suci, tepatnya di Blok Kalijaga, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, kian memprihatinkan.
Ruas jalan sepanjang sekitar 270 meter itu mengalami kerusakan parah dan dikeluhkan warga karena membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Banjarwangunan, Setupatok hingga Pasar Mundu. Setiap hari, ribuan warga, pedagang, hingga pelajar melintasi jalan tersebut untuk menjalankan aktivitas.
Kuwu Mundu Pesisir, Khaerun, mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk, terutama saat musim hujan. Selain dipenuhi lubang, genangan air juga kerap menutupi badan jalan sehingga rawan memicu kecelakaan.
“Jalannya sudah sangat rusak dan banyak memakan korban. Apalagi warga yang berangkat ke Pasar Mundu dini hari, kondisi gelap dan becek membuat pengendara sering jatuh,” ujarnya, Kamis (7/5).
Menurut Khaerun, keluhan warga terus berdatangan ke pemerintah desa. Masyarakat mempertanyakan kepastian perbaikan jalan karena hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah daerah.
“Warga terus menanyakan kapan diperbaiki, sementara kami juga belum bisa memastikan waktunya karena belum ada informasi lanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, kerusakan tersebut sebenarnya tinggal menyisakan bagian pembangunan tahap sebelumnya yang belum dilanjutkan. Sebagian ruas jalan telah diperbaiki, namun masih tersisa sekitar 270 meter yang belum tersentuh pembangunan.
“Sebelumnya sudah dibangun sekitar 200 meter, tinggal sedikit lagi yang belum selesai, termasuk bagian belakang dekat rel kereta api,” jelasnya.
Selain mengganggu mobilitas warga dan aktivitas perdagangan, kondisi jalan juga berdampak terhadap pelajar. Banyak siswa memilih menitipkan kendaraan di rumah warga sekitar karena khawatir melintasi jalan berlumpur dan licin.
“Anak-anak sekolah juga kesulitan lewat situ. Kalau hujan becek sekali, motor sering dititipkan karena takut jatuh atau terkena lumpur,” tambahnya.
Khaerun mengungkapkan, pemerintah daerah sebenarnya telah mengetahui kondisi tersebut. Bahkan, tahun lalu tim dari Kabupaten Cirebon bersama sejumlah anggota DPRD sempat meninjau langsung lokasi jalan rusak itu.
“Sudah pernah ditinjau langsung oleh tim kabupaten dan anggota dewan. Mereka melihat sendiri kerusakannya, tapi sampai sekarang belum ada realisasi perbaikan,” ungkapnya.
Pemerintah desa saat ini masih berupaya meredam warga agar tidak melakukan aksi penutupan jalan. Namun jika tidak segera ada tindak lanjut, warga disebut mulai kehilangan kesabaran dan berencana memasang portal sebagai bentuk protes.
“Kami masih berusaha menenangkan warga supaya jangan sampai jalan ditutup karena dampaknya juga besar bagi ekonomi masyarakat. Tapi kalau terus dibiarkan, bukan tidak mungkin warga akan bertindak sendiri dengan memasang portal atau penghalang jalan,” pungkasnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post