KOTA CIREBON, (FC).- Mantan kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon Sri Lakshmi Stanyawati membantah, bahwa Wakil Walikota Cirebon Siti Farida tidak dilibatkan dan tidak diundang dalam proses mutasi dan rotasi pada Senin (4/5) kemarin.
Sri menjelaskan bahwa pihaknya mengundang Wakil Walikota Cirebon, untuk membahas mutasi dan rotasi sebelum final ke Walikota Cirebon.
Namun wawali tidak bisa hadir karena berhalangan ada keperluan mendadak dan mendesak.
“Sudah saya sampaikan ikut membahas tapi beliau (wawali) tidak bisa hadir jadi kami lanjut pembahasan dengan komite talenta yang diketuai mantan Pj Sekda Sumanto,” kata Sri kepada wartawan, Kamis (7/5).
Dalam proses mutasi dan rotasi kata Sri yang sekarang menjabat Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, pihaknya menggunakan Sistem Informasi Manajemen Talenta Terintegrasi dan Mudah (SI MANTAN TERINDAH).
“Sistem ini bekerja sama dengan BKN, dan berfokus pada pengembangan talenta serta pemenuhan kebutuhan SDM berkinerja tinggi. Jika kinerja rendah maka otomatis ditolak oleh BKN,” ujar Sri.
Sri memastikan, mutasi dan rotasi yang dilakukan oleh Pemkot Cirebon sangat transparan dan akuntabel. Sehingga mereka yang dirotasi sudah berdasarkan kinerja dan sesuai dengan kepangkatan.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, kepada wartawan Senin (4/5), mengaku mengetahui adanya acara rotasi dan mutasi di Lingkungan Pemkot Cirebon dari berita di media sosial.
“Saya tidak hadir, karena dapat baru undangan melalui WA yang baru saya buka pagi ini. Dan karena itu saya berhalangan hadir,” ucap Farida.
Farida pun mengungkapkan bahwa selama ini dirinya tidak dilibatkan dan tidak diajak diskusi, tidak diajak berembuk maupun diajak komunikasi, terkait mutasi, rotasi dan promosi ini.
“Saya tidak pernah ikut campur karena tidak dilibatkan,” tegas Farida.
Bahkan dirinya tidak mengetahui komposisi di dinas-dinas, mana yang terjadi kekosongan ataupun yang sudah terisi. Seperti seharusnya ada pemberitahuan kepadanya terkait bagian ini kosong atau info-info tentang SDM di Lingkungan Pemkot Cirebon.
“Ya pasti saya sedih dan kecewa. Karena kami hadir seperti orangtua untuk anak-anaknya. Memilih anak-anaknya untuk ditempat mana yang sesuai, melalui seleksi manajemen talenta,” tukas Farida.
Farida pun mengaku tidak ada tanda tangan maupun paraf pada surat untuk mutasi ini. “Tidak ada paraf saya untuk mutasi ini,” tandasnya. (Agus)










































































































Discussion about this post