KAB.CIREBON, (FC).- Keterbatasan ekonomi dan kehilangan kedua orang tua tidak menyurutkan semangat Ayunda Putri Mauldya, siswi kelas VII SMP Negeri 2 Sumber.
Dengan uang saku sekitar Rp35 ribu per hari, ia tetap bersekolah dan menorehkan prestasi.
Ayunda kini tinggal bersama kakaknya di Blok Karangsawah, Kelurahan Kemantren. Sejak ditinggal kedua orang tuanya, kehidupan Ayunda berubah. Ibunya meninggal dunia pada 2014, sedangkan sang ayah wafat tahun lalu.
“Kalau mama dari 2014, kalau ayah baru tahun kemarin,” ujarnya, Rabu (29/4).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya sekolah, Ayunda mengandalkan penghasilan kakaknya. Uang yang diterima setiap hari sekitar Rp35 ribu.
“Biasanya paling banyak Rp35 ribu sehari. Rp20 ribu buat di sekolah, sisanya buat di rumah,” katanya.
Di balik keterbatasan itu, Ayunda mengaku kerap merasa sedih ketika melihat teman-temannya masih memiliki orang tua. Namun, ia berusaha tegar dan menerima keadaan.
“Kadang ya ikhlas aja, walaupun suka sedih juga,” tuturnya.
Meski demikian, Ayunda tidak larut dalam kesedihan. Di sekolah, ia aktif mengikuti kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) dan menunjukkan peningkatan prestasi akademik. Saat masih di bangku sekolah dasar, ia pernah meraih peringkat tujuh, sedangkan kini naik menjadi peringkat empat di sekolah menengah pertama.
“Alhamdulillah sekarang ranking 4,” ujarnya.
Ia mengaku menyukai pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Ke depan, Ayunda bercita-cita menjadi guru dan berharap bisa melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Sumber.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Sumber, Kemas Muhammad Saleh, mengatakan pihak sekolah akan terus membantu Ayunda agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Tahun ini, Ayunda telah masuk dalam program Program Indonesia Pintar (PIP).
“Dengan program wajib belajar, jangan sampai anak putus sekolah. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari keluarga. Paman Ayunda, Iwan, mengaku kerap membantu kebutuhan keponakannya, mulai dari mengantar ke sekolah hingga membelikan perlengkapan belajar.
Kisah Ayunda menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Dukungan keluarga, sekolah, dan pemerintah diharapkan mampu menjaga semangatnya menatap masa depan. (Johan)














































































































Discussion about this post