MAJALENGKA, (FC).- Fenomena langka air Situ Sangiang meluber kembali terjadi di Kabupaten Majalengka. Peristiwa yang disebut terakhir kali terjadi pada 1987 itu kini terulang akibat curah hujan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu.
“Saya lupa tahunnya, sekitar tahun 1987, airnya sampai ke pohon yang mau ke area makam, itu airnya lebih tinggi, bisa sampai ke perut,” kata Ketua Pengelola Wisata Situ Sangiang, Diding Jaenudin, Rabu (29/4).
Ia mengatakan, melubernya air situ dipicu intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya kejadian serupa memang pernah terjadi puluhan tahun lalu, namun tidak sering terulang.
Diding menyebut, dampak paling terasa saat ini adalah menurunnya pendapatan pedagang karena jumlah wisatawan berkurang.
“Kami terus memantau kondisi kawasan dan mengimbau pengunjung tetap berhati-hati saat datang ke lokasi,”. ucapnya.
Limpasan air yang menggenangi sejumlah titik kawasan wisata membuat aktivitas pengunjung menjadi terbatas.
Meski begitu, kejadian tersebut justru menarik perhatian masyarakat dan viral di media sosial.
Yayat, wisatawan asal Majalengka, mengaku terkejut melihat kondisi air Situ Sangiang yang meluber. Menurutnya, fenomena tersebut jarang terjadi dan menjadi pemandangan yang tidak biasa.
Ia mengatakan, Situ Sangiang selama ini dikenal memiliki suasana sejuk dan alami, sehingga banyak dikunjungi masyarakat untuk berwisata maupun berziarah. Namun kondisi air yang meluap membuat sebagian pengunjung memilih menunda kunjungan.
Situ Sangiang merupakan salah satu destinasi wisata religi dan sejarah di Majalengka. Kawasan ini juga dikenal dengan pepohonan tua, keberadaan ikan dewa, serta kelompok kera yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. (Munadi)














































































































Discussion about this post