KAB.CIREBON, (FC).- Suasana berbeda terlihat di halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Cirebon, Jumat (17/4).
Sejumlah warga binaan tampak sibuk mengikuti pelatihan keterampilan, mulai dari melukis payung hingga mengolah makanan.
Di salah satu sudut halaman, seorang pria paruh baya duduk lesehan sambil tekun menghias payung dengan kuas dan cat warna-warni. Sesekali ia memutar payung untuk memastikan hasil goresannya rapi.
Pria itu adalah Cecep Purnama (43), warga binaan asal Cianjur yang kini menekuni seni lukis payung sebagai bekal masa depan.
“Selain hobi, ini juga untuk mengisi waktu dan menambah pengalaman,” ujarnya.
Selama dua tahun menjalani masa pidana, Cecep mengaku telah mengikuti berbagai pelatihan keterampilan. Namun, melukis payung menjadi kegiatan yang paling diminatinya.
“Selain pengalaman, saya jadi punya keahlian,” katanya.
Ia bertekad mendalami kemampuan tersebut dan menjadikannya profesi setelah bebas nanti. Saat ini, satu payung membutuhkan waktu sekitar empat hari pengerjaan, termasuk proses penjemuran.
“Saya akan lanjutkan kalau sudah bebas nanti,” ungkapnya.
Di ruangan lain, warga binaan asal Medan, Muhammad Nabil, bersama sembilan rekannya tampak sibuk mengaduk adonan donat dan menggoreng risol.
Bakat di bidang kuliner yang dimilikinya semakin terasah setelah mengikuti pelatihan selama dua bulan di dalam lapas.
“Sudah bakat, saya sering masak. Ikut pelatihan dua bulan, sekarang sudah bisa bikin donat,” ujar Nabil.
Dalam sehari, ia bersama rekan-rekannya mampu memproduksi hingga 500 potong donat dan risol.
“Kalau sudah keluar nanti, saya ingin buka usaha donat. Ilmunya saya dapat dari sini,” katanya.
Kepala Lapas Narkotika Kelas II Cirebon, Machda Landasny, mengatakan berbagai program pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen lapas dalam mendukung kemandirian warga binaan.
Menurutnya, warga binaan mendapat pelatihan mulai dari ketahanan pangan, membatik payung, membatik mug, pengolahan makanan, hingga pembuatan sabun cair.
“Harapannya, mereka punya bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat dan bisa memulai hidup baru,” ujarnya. (Ghofar)










































































































Discussion about this post