KOTA CIREBON, (FC).- Perekonomian Ciayumajakuning diprakirakan terus tumbuh seiring optimisme keyakinan konsumen yang terus meningkat di Kota Cirebon.
Berdasarkan survei BI Cirebon padat Maret 2026, Indeks Keyakinan Masyarakat tercatat sebesar 145,8 persen.
Hasil Liaison BI ini menunjukan penjualan oleh pelaku usaha membaik yang diindikasikan dengan LS Total Penjualan Triwulan I 2026 yang meningkat menjadi sebesar 0,69 persen.
Penjualan domestik meningkat itu didorong oleh permintaan yang semakin kuat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, Kamis (2/4) menyampaikan, survei indeks ini dilakukan setiap bulan.
Ketika indeksnya di atas 100, ini menunjukan masyarakat optimis bahwa keyakinan masyarakat akan ekonomi ini meningkat.
“Kalau kondisi sekarang kita lihat indikator masih menunjukan konsumsi membaik, apalagi ini momennya pas ramadan dan lebaran,” katanya, Kamis (2/4).
Sementara itu, dari sisi penjualan ekspor tercatat masih terkontraksi, seiring dengan ketidakpastian kondisi global.
Namun demikian, kata dia, secara umum penjualan ke depan diperkirakan akan terus membaik.
Dari sisi dunia usaha, aktivitas ekonomi di wilayah Ciayumajakuning juga menunjukkan sinyal positif.
Dari Survey Keugiatan Dunia Usaha Triwulaj I/2026, kegiatan usaha Ciayumajakuning diperkirakan masih terus tumbuh dengan SBT tercatat sebesar 40,7 persen.
Kondisi investasi juga diperkirakan akan terus meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 13,59 persen, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 13,19 persen.
Namun demikian, sejumlah industri terlihat masih wait and see, terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) kinerja kegiatan usaha industri pengolahan berada di level 43,47 persen (<50%).
Secara keseluruhan, perekonomian Ciayumajakuning pada 2025 tumbuh sebesar 5,09 persen secara tahunan (yoy).
Wilayah ini memberikan kontribusi sebesar 10,24 persen terhadap perekonomian Jawa Barat.
Perekonomian Ciayumajakuning ditopang oleh Lima sektor utama, yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan besar dan eceran, transportasi, serta konstruksi.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penopang terbesar dengan pertumbuhan 4,14 persen dan kontribusi mencapai 61,03 persen terhadap total PDRB. (Andriyana)
















































































































Discussion about this post