CIREBON, (FC).— Tingginya antusiasme masyarakat untuk berbuka puasa bersama di Kopi Buri Umah, selama Bulan Ramadan membuat kapasitas tempat cepat penuh. Kondisi tersebut sempat berdampak pada lambatnya respon admin dalam membalas pesan reservasi pelanggan.
Owner Kopi Buri Umah, Sampriatna, menjelaskan bahwa sejak awal Ramadhan sudah terjadi lonjakan reservasi yang sangat tinggi.
“Sejak awal Ramadan sebenarnya sudah terjadi semacam war booking untuk acara buka puasa bersama di Buri Umah. Banyak pelanggan yang sudah melakukan reservasi jauh hari sebelumnya,” ujar Sampriatna.
Menurutnya, secara kapasitas nyaman Kopi Buri Umah dapat melayani sekitar 210 pengunjung per hari. Namun pada beberapa hari selama Ramadhan, jumlah tamu yang datang bahkan bisa mencapai 250 orang dalam satu hari.
“Secara teknis sebenarnya kami bisa menampung lebih banyak tamu, bahkan jika tidak dibatasi jumlahnya bisa saja mencapai 400–500 orang perhari. Namun kami memilih membatasi kapasitas agar suasana tetap nyaman dan pelayanan tetap terjaga,” jelasnya.
Selain faktor kapasitas, kondisi musim hujan juga menjadi pertimbangan manajemen. Area luar yang biasanya bisa digunakan untuk tambahan tempat duduk tidak selalu bisa difungsikan secara maksimal ketika hujan turun, sehingga jumlah tamu harus lebih dikontrol.
Lonjakan reservasi tersebut juga menyebabkan jumlah pesan yang masuk ke admin meningkat sangat tinggi sehingga respon kepada pelanggan sempat berjalan lebih lambat dari biasanya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila ada pelanggan yang merasa respon kami lebih lambat dari biasanya. Tim kami tetap berusaha melayani sebaik mungkin baik di tempat maupun melalui reservasi,” kata Sampriatna.
Dalam beberapa kasus, manajemen bahkan melakukan pengembalian uang muka (refund) kepada pelanggan yang sudah melakukan reservasi namun tidak memberikan konfirmasi lanjutan, sementara di sisi lain ada pelanggan lain yang menunggu slot tersebut. Langkah tersebut diambil agar sistem reservasi tetap adil bagi semua pelanggan.
“Ada juga beberapa kasus kami melakukan refund karena pelanggan tidak memberikan kabar lanjutan, sementara tanggal tersebut sudah sangat penuh. Kami ingin sistem reservasi tetap tertib dan tidak merugikan pelanggan lain yang juga ingin mendapatkan tempat,” tambahnya.
Untuk mengatasi situasi ketika kapasitas hampir penuh, manajemen Kopi Buri Umah melakukan beberapa penyesuaian seperti pengaturan reservasi yang lebih ketat, pembatasan
kapasitas tamu, serta mengarahkan sebagian pelanggan ke outlet lain dalam satu grup seperti Kisamen dan Samtaro.
Sampriatna juga berharap momentum kebersamaan tidak hanya terjadi selama bulan Ramadan.
“Kami berharap setelah Ramadan nanti, di bulan Syawal masyarakat tetap bisa datang untuk bersilaturahmi, makan bersama, dan menikmati suasana di Buri Umah,” ujarnya.
Manajemen Kopi Buri Umah memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem reservasi dan operasional agar pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga meskipun terjadi lonjakan pengunjung.
“Antusiasme masyarakat adalah hal yang sangat kami syukuri. Kami berharap ke depan tetap bisa menyambut pelanggan dalam momen kebersamaan di Kopi Buri Umah,” tutup Sampriatna. (Agus)














































































































Discussion about this post