KAB.CIREBON, (FC).- Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional tak hanya sebatas slogan. Polsek Lemahabang turun langsung ke lahan pertanian dan menggelar panen raya jagung pipil seluas 9 hektar di Blok Kliwon, Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/3).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB itu menjadi wujud sinergi antara kepolisian dan masyarakat tani dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah hukum Polresta Cirebon.
Panen raya dihadiri Kapolsek Lemahabang Kompol Yuliana, AKP Ade Tomas, Kuwu Cipeujeuh Kulon Lili Mashuri beserta perangkat desa, serta sekitar 20 anggota kelompok tani setempat.
Kehadiran jajaran kepolisian di tengah hamparan ladang jagung menjadi simbol dukungan moral sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor.
Kapolsek Lemahabang, Kompol Yuliana menegaskan, pihaknya mendukung penuh program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan.
“Kami sangat mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Dengan luas lahan 9 hektar ini, hasil panen jagung pipil diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi ekonomi lokal dan stabilitas pangan di tingkat desa hingga kecamatan,” ujarnya di sela kegiatan.
Panen berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Petani dan aparat kepolisian tampak bahu-membahu memanen jagung yang telah ditanam sekitar tiga bulan lalu. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif.
Kompol Yuliana menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan menjadi model kolaborasi yang bisa diterapkan di wilayah lain.
“Sinergitas yang kita bangun antara Polri, pemdes, dan petani di Desa Cipeujeuh Kulon ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” harapnya.
Sementara itu, Kuwu Cipeujeuh Kulon, Lili Mashuri mengapresiasi program ketahanan pangan yang digagas jajaran Polresta Cirebon.
Ia menyebut, untuk wilayah Lemahabang, program tanam jagung pipil dipusatkan di Desa Cipeujeuh Kulon dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Menurutnya, program yang sebelumnya digagas oleh Kombespol Sumarni dengan konsep “1 Desa 1 Hektare” kini mulai menunjukkan hasil nyata.
Jagung yang ditanam tiga bulan lalu telah memasuki masa panen dan memberikan semangat baru bagi para petani.
“Semoga Indonesia menuju ketahanan pangan yang berdaulat bisa terwujud,” pungkasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post