KOTA CIREBON, (FC).- Pedagang di Festival Ramadan 1447 H di Kota Cirebon mengeluh dengan aturan yang tidak dijaga secara konsisten oleh Pemkot Cirebon. Meski pedagang tidak dipungut biaya, bukan berarti hak direbut.
Seperti yang disampaikan Asep Suwandi, salah satu pedagang Festival Ramadan yang lapaknya berubah menjadi lahan parkir. Padahal dia sudah mengikuti prosedur dengan mendaftar secara online dan mengikuti prosedur pengocokan.
“Semuanya sudah saya ikuti sampai akhirnya dapat nomor B-248, lokasinya di depan PGC. Saat didatangi nomor lapak ilang dan jadi tempat parkir,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Nasib serupa juga dirasakan pedagang lain. sampai hari kelima sebanyak tujuh lapak berubah menjadi lahan parkir. Padahal pemerintah sudah menyediakan kantong parkir.
“Jangan-jangan pedagang lain nasibnya sama. Maka saya minta Pemkot Cirebon bersifat obyektif dalam persoalan ini,” ujarnya.
Bukan hanya lapak, Pemkot Cirebon juga melanggar sendiri aturan yang dibuat. Seperti aturan pedagang tidak boleh menyambung listrik secara ilegal dari PJU atau tiang listrik yang ada di jalan.
Namun ia melihat, aliran listrik untuk gapura semi permanen yang dipasang di sekitar Alun-alun Kejaksan justru menyambung dari tiang listrik.
“Itu nyambung dari tiang listrik, gak tau namanya sambungan ilegal atau bukan,” kata salah satu pedagang.
Ia juga menyoroti aturan yang dilarang berdagang diatas trotoar, dan dilarang meninggalkan alat atau dondangan. Namun, ia melihat, tepat di trotoar depan Balaikota, terpasang tenda dan panggung mini yang dipasang panitia, dan justeru menghalangi pengguna jalan.
“Aturannya dibuat sendiri dan dilanggar sendiri. Bagaimana mau tertib kalau pemerintah sendiri melanggar,” katanya.
Sementara itu, Walikota Cirebon, Effendi Edo memastikan, pasar takjil Ramadan di jalan Siliwangi sampai hari keenam, Senin (23/02) kemarin masih berjalan dengan lancar, meskipun ia mendengar ada beberapa keluhan dari para pedagang yang lapaknya hilang karena diambil alih oleh parkir kendaraan.
Disebutkan Edo, meskipun sejumlah pedagang tidak menemukan lapak sesuai dengan nomor hasil undian yang menjadi haknya, namun dari 498 lapak yang kavling nya sudah disiapkan oleh Pemkot, sampai hari keenam kemarin memang belum terisi semua.
“Saya lihat lapak-lapak itu kan masih banyak yang kosong, karena ada beberapa yang memang tidak hadir juga. Nah, itu kan bisa diisi dulu oleh yang lapaknya hilang,” ungkap Edo.
Terlebih, dilapangan, beberapa hari setelah dimulai, ia memang melihat banyak pedagang yang menempati lapak tidak sesuai dengan nomor yang ia dapatkan.
Tetapi selama tidak ada ekses, itu dipersilahkan, kecuali lapak yang digunakan memang milik pedagang lain, dan pedagang lain tersebut memang hadir berdagang.
“Sebetulnya banyak yang tidak sesuai dengan itu (nomor lapak. Red), dan memang banyak yang sudah tidak sesuai dengan nomor pada saat dia ambil, sementara ini silahkan selama kondusif,” jelas Edo.
Terkait dengan keluhan-keluhan pedagang di lapangan ini, bahkan sampai ada yang belum bisa berdagang karena lapaknya diambil alih parkir, Edo memastikan akan menjadi bahan evaluasi.
Karena sesuai dengan rencana di awal, pelaksanaan Festival Ramadan jalan Siliwangi ini memang akan secara rutin dievaluasi.
“Ya, ini kan belum satu minggu, ini baru beberapa hari. Nanti satu minggu sekali kita evaluasi, kekurangannya apa, lalu kita harus bagaimana, nanti kita evaluasi dalam satu minggu sekali,” kata Edo.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan memastikan, pada festival Ramadan di jalan Siliwangi, pihaknya menerjunkan 30 personel untuk melakukan pengamanan dari sisi lalu lintas.
“Kita ada 30 personel, dijadwal per hari 2 shif, satu shif 5 personel,” ungkap Andi.
Jauh sejak festival dimulai, Andi memastikan Dishub sudah menentukan titik-titik parkir yang diperbolehkan di sepanjang jalan Siliwangi, sehingga diluar itu tidak diperbolehkan.
“Parkir sudah di atur, termasuk lapak sesuai nomor, sebelum dagang ada tukang parkir kita menghimbau mereka soal itu,” pungkasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post