KAB.CIREBON, (FC).- Banjir yang melanda Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon pada hari Jumat (26/12) kemarin telah mengakibatkan setidaknya 150 rumah warga terendam.
Kejadian ini dipicu oleh meluapnya sungai Singaraja yang dipengaruhi intensitas hujan tinggi memasuki musim penghujan. Namun, yang menjadi perhatian adalah kondisi di Blok Pon yang mengalami genangan air yang lama surut, yang diduga akibat adanya bangunan tembok salah satu pabrik di sekitar lokasi.
Semenjak adanya tembok pabrik tersebut. sebanyak 80 rumah di Blok Pon menjadi titik terparah dengan 30 rumah masih tergenang hingga Minggu sore.
Kuwu Pengarengan, Carsadi, kepada FC Senin (29/12) mengutarakan, banjir yang terjadi di desanya terjadi pada hari Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB, hingga Minggu (28/12) pagi air mulai surut di sebagian blok. Namun, situasi berbeda di Blok Pon yang hingga sore hari masih tergenang air.
“Dari data yang dikumpulkan, sebanyak 80 rumah di Blok Pon terkena dampak banjir, dengan 30 di antaranya masih ada genangan air hingga Minggu petang,” jelasnya, Senin (29/12).
Carsadi menyebut, kondisi ini tidak pernah terjadi sebelumnya, bahkan ketika pabrik pertama kali dibangun. Namun semenjak adanya bangunan pagar tembok pabrik, air menjadi lama surut.
“Sebelumnya, meskipun terjadi banjir tapi air cepat surut, tapi sekarang sejak berdirinya tembok pabrik, air lama surutnya,” ungkapnya.
Selain di Blok Pon, beberapa blok lain di Desa Pengarengan juga sempat terendam banjir, namun airnya telah surut pada Sabtu hingga Minggu pagi.
Dijelaskannya, dari jumlah total rumah yang terdampak keseluruhan di desa mencapai 150 unit, dengan ketinggian banjir yang bervariasi hingga mencapai 60 centimeter.
“Di blok Pon yang terparah ketinggian air mencapai hingga 60 centimeter,” tandasnya.
Ia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan salah seorang pengurus di pabrik tersebut, dan berharap ada solusi mengatasi permasalahan di Blok Pon.
“Kami berharap ada solusi mengatasi hal tersebut, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi seperti saat ini,” harapnya.
Menyikapi fenomena saat ini, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi saat ini memasuki musim penghujan dengan intensitas hujan yang tinggi.
“Mohon kepada warga untuk selalu waspada saat hujan deras, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. Segera evakuasi diri jika kondisi memburuk,” katanya.
Salah seorang warga setempat, Tardi (45) mengatakan, bahwa air memasuki rumah hingga ketinggian lutut dan membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
“Kami tidak bisa keluar rumah dengan mudah, barang-barang dalam rumah juga terendam. Harapannya pemerintah cepat menangani masalah ini agar banjir tidak terulang lagi, dan aktifitas masyarakat tidak terhambat,” ujarnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post