MAJALENGKA,(FC), – Gagasan menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat industri pertahanan nasional semakin menguat.
Usulan ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menginginkan pemindahan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Pindad dari Kota Bandung ke BIJB Kertajati.
Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan tersebut.
Menurutnya, BIJB Kertajati memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri strategis dan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Kami mendukung penuh gagasan ini karena menyangkut kepentingan strategis bagi daerah dan nasional. BIJB Kertajati sudah berdiri megah, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Jika industri pertahanan dipusatkan di sini, Majalengka akan menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Jawa Barat,” ujar Asep Eka di DPRD Majalengka, Selasa (26/8).
Ketua DPD Partai Golkar Majalengka ini menyatakan, keberadaan PTDI dan PT Pindad di kawasan BIJB akan membuka peluang kerja dan menggerakkan sektor pendukung seperti perhotelan, logistik, kuliner, hingga UMKM. Ekonomi masyarakat akan meningkat.
“Ini bukan hanya soal relokasi perusahaan, tetapi membangun ekosistem industri. Ada efek ganda bagi daerah, mulai dari peningkatan PAD, penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya kawasan industri pendukung. BIJB bisa menjadi magnet investasi jika konsep ini benar-benar dijalankan,” jelasnya.
Politisi dan anggota legislatif senior ini juga mengingatkan, masyarakat Majalengka telah berkorban besar untuk pembangunan BIJB, sehingga wajar bila mereka mendapatkan manfaat langsung.
“Selama ini, warga Majalengka sudah rela melepas tanahnya untuk pembangunan BIJB. Jangan sampai BIJB hanya menjadi proyek mercusuar. Relokasi industri pertahanan adalah jawaban agar BIJB benar-benar berfungsi strategis,” tegasnya.
Menurut Asep Eka, dengan infrastruktur bandara yang sudah tersedia dan akses jalan tol yang memadai, ia optimistis rencana ini dapat direalisasikan jika ada dukungan regulasi dan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Langkah Pak Gubernur patut diapresiasi. Dengan sinergi semua pihak, Kertajati bisa menjadi kawasan terpadu yang mendukung pertahanan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tuturnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa relokasi industri pertahanan mendesak karena keterbatasan lahan di Kota Bandung.
Selain itu, ia juga mengusulkan relokasi pangkalan TNI AU dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB, memanfaatkan lahan negara di sekitar bandara.
Menurut Dedi, lahan di Kertajati jauh lebih luas dan representatif untuk pengembangan industri pertahanan serta uji coba pesawat.
Tak hanya itu, Dedi juga mengusulkan agar TNI Angkatan Udara yang saat ini berkedudukan di Bandara Husein Sastranegara dipindahkan ke BIJB Kertajati.(Munadi).















































































































Discussion about this post