KOTA CIREBON, (FC).- Kasus edit foto syur menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang menimpa sejumlah siswi SMA di Kota Cirebon terus bergulir.
Polres Cirebon Kota memastikan sudah ada satu laporan resmi dari korban, meski diperkirakan jumlah korban jauh lebih banyak.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fajri Ameli Putra mengatakan, pihaknya langsung merespons cepat setelah kasus ini mencuat ke publik pada Jumat (22/8/2025) malam lalu.
Informasi awal justru diterima dari kalangan media. “Ya, penanganan terkait kasus edit foto syur pakai AI oleh para pelajar baik pelaku maupun korban, jadi informasi awal itu kami dapat waktu hari Jumat malam. Dari rekan-rekan media juga yang menyampaikan ke kami, kami langsung respon cepat terhadap laporan tersebut,” ujar Fajri saat diwawancarai di Mapolres Cirebon Kota, Senin (25/8/2025) malam.
Hingga kini, baru satu korban yang tercatat resmi melapor. Namun, Fajri menegaskan polisi tetap membuka ruang bagi korban lain untuk menyampaikan laporan.
“Sementara yang sudah resmi buat pengaduan baru satu, itu laporannya hari Minggu malam. Namun pemeriksaan terhadap korban baru akan dilakukan besok (hari ini) karena pihak pendamping hukum minta waktu. Kami selalu mempersilakan kepada masyarakat ataupun korban untuk kapan pun bisa membuat laporan,” ucapnya.
Menurutnya, barang bukti yang sudah diterima penyidik berupa foto hasil manipulasi.
“Bukan video ya, lebih ke foto yang diedit, di mana bagian kepala dengan badan itu beda. Dari beberapa korban sudah ada yang bisa menunjukkan bukti, ada juga yang datang tapi tidak membawa apa-apa, hanya mendengar dari teman,” jelas dia.
Fajri menambahkan, sejauh ini polisi masih dalam tahap penyelidikan dan belum bisa memastikan jumlah terduga pelaku.
“Sekarang statusnya penyelidikan, karena kami masih menunggu korban-korban lain. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan terduga pelaku, apakah itu memproduksi atau menyebarkan. Jadi belum bisa kami simpulkan,” tandasnya. (Agus)









































































































Discussion about this post