INDRAMAYU, (FC).- Kematian Putri Apriyani (21) yang mendadak masih menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban yang ditinggal, mengingat korban mempunyai kepribadian pendiam.
Suasana duka juga masih menyelimuti rumah orang tua Putri Apriyani (21), di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Minggu (10/8/).
Sejak pagi, keluarga, kerabat, dan tetangga berdatangan untuk memberikan doa dan dukungan kepada pihak keluarga.
Seperti diketahui, Putri ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Blok Ceblok, Desa Singajaya, Sabtu (9/8) siang.
Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dengan luka bakar di sekujur tubuh. Putri merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.
Paman korban, Tamsin (58), menduga keponakannya menjadi korban pembunuhan. Ia menilai kematian Putri penuh kejanggalan.
“Anak yang sejak kecil diasuh dan dibesarkan oleh orangtuanya, sudah dewasa nyawanya diambil dengan cara yang tidak masuk akal. Kami minta rekan-rekan media mengawal kasus ini supaya penyebabnya terang-benderang,” ujarnya.
Ayah korban, Karja (48), menuturkan bahwa sebelum kejadian, Putri menerima transfer uang sekitar Rp35 juta dari ibunya yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.
Uang tersebut rencananya digunakan untuk menggadaikan sawah keluarga.
Saat itu, Karja mengaku tidak melihat tanda-tanda kejanggalan maupun firasat buruk terhadap Putri.
“Kami belum mengetahui apakah uang itu sudah diambil atau belum, karena dompet korban masih disita polisi. Handphone dan tas korban juga masih berada di kepolisian,” katanya.
Saat ini, jenazah Putri telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Rambatan Wetan.
Pihak keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara tuntas dan transparan, sehingga pelaku dan motif kematian Putri segera terungkap. (Agus Sugianto)













































































































Discussion about this post