KAB. CIREBON, (FC).- Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, warga RT/05 RW/04 Kelurahan Sumber, Kabupaten Cirebon menunjukkan semangat gotong royong dengan membangun gapura dan menghias jalan lingkungan. Seluruh kegiatan dilakukan tanpa dukungan sponsor maupun iuran warga.
Dipimpin langsung oleh Ketua RT setempat, Rudy, pembangunan gapura dilakukan dengan bahan utama bambu dan melibatkan warga di wilayah tersebut.
“Idenya saya ambil dari Gapura Selamat Datang di Sembalun, Rinjani. Saya sering mendaki, jadi ingin membawa nuansa itu ke lingkungan sini,” ujar Rudy saat ditemui di lokasi pada, Kamis (7/8/2025).
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya melibatkan pembangunan gapura, namun juga rencana pemasangan lampu-lampu hias di sepanjang jalan lingkungan. Meski belum seluruhnya rampung, warga tetap antusias menyelesaikan secara bertahap dengan semangat kebersamaan.
Menariknya, semua biaya ditanggung secara pribadi oleh Ketua RT. Hal ini dilakukan menyusul keputusan warga yang sudah tidak lagi menggunakan sistem iuran sejak tahun 2020 karena adanya kesalahpahaman terkait pengelolaan dana sebelumnya.
“Kita ingin semua warga nyaman dan tidak ada beban. Kalau ada kerja bakti pun, sifatnya sukarela. Kalau tempat nya nyaman, bisa jadi amal jariyah nya kita,” tambahnya.
Menurut penuturan Rudy, ada informasi yang disebarkan melalui grup WhatsApp Kelurahan, dimana setiap RT dan RW di Kelurahan Sumber bisa aktif berkontribusi memeriahkan acara HUT RI Ke-80 dengan cara membangun gapura atau menghias jalanan di setiap gang nya.
Hal ini dilakukan serentak dari provinsi hingga ke daerah, dan Rudy kebetulan sudah membuat gapura terlebih dulu sebelum ada instruksi dari kelurahan. Berbeda dari daerah lainnya di kelurahan Sumber, masih banyak RT maupun RW belum menghias daerahnya untuk menyambut dan memeriahkan HUT RI di tahun 2025, kebanyakan yang sudah menghias daerahnya hanya di wilayah perbatasan Kelurahan Sumber dan Kelurahan Babakan.
Rudy menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup meski dengan segala keterbatasan. “Kita mungkin tidak punya anggaran besar, tapi dengan ide dan gotong royong, kita tetap bisa merayakan dengan meriah,” pungkasnya. (Mushab)













































































































Discussion about this post