KAB.CIREBON, (FC).- Melalui pagelaran seni budaya kearifan lokal Cirebon, diharapkan mampu menjaga keberagaman dan memperkuat persatuan masyarakat Kabupaten Cirebon.
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Fahmina saat menggelar “Panggung Keberagaman 2025” yang dipusatkan di Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (18/7).
Ketua Yayasan Fahmina, Marzuki Rais menjelaskan, di usianya yang ke 25 tahun sejak November 2000 lalu, kerja yang dilakukan Fahmina sesuai visinya dari tradisi untuk kemanusiaan dan keadilan. Tujuannya untuk menguatkan hak-hak sebagai warga negara, apa yang dilakukan Fahmina adalah bagaimana bahwa manusia setara dihadapan Tuhan.
“Untuk itu sebagai mayoritas jangan merasa hebat, tidak menghina yang minoritas, karena golongan yang menghina belum tentu lebih baik dari yang dihinakan,” kata Marzuki Rais.
Atas hal itu, apa yang dikedepankan oleh Fahmina adalah Tauhid, yakni hanya Tuhan yang perlu wajib disembah, tidak ada kelompok yang harus dimuliakan atas dasar apapun, perbedaan suku maupun agama.
Kata Marzuki, panggung keberagaman merupakan kegiatan merayakan keberagaman, karena keberagaman adalah fitrah. Kenapa panggung keberagaman ini menggunakan pentas seni budaya, karena menurutnya, seni itu tidak ada agamanya, maka seni dianggap paling netral dalam konteks keberagamam.
Lanjut menurut Marzuki menyampaikan, manusia diciptakan dari suku-suku dan dari berbagai golongan, tujuannya untuk saling mengenal bukan untuk saling menghinakan, perbedaan itu disatukan melalui harmoni, sebagai contoh dalam penampilan paduan suara, meski masing-nasing punya suara yang berbeda tetapi disatukan dengan harmoni sehingga enak didengar, begitu juga dengan kehidupan, bagiamana mengatur hak dan aturan umat beragama
“Fahmina tidak henti mempromosikan lintas toleransi keberagaman dengan rutin melaksanakan kegiatan panggung keberagaman ini, tujuannya menghilangkan prasangka, sebagian besar permusuhan diakibatkan prasangka, seringkali muncul prasangka padahal mau kerja sosial namun dianggap misionaris,” terang Marzuki.
Lanjut dijelaskan Marzuki, dalam kehidupan yang memiliki banyak keragaman, seni-budaya memiliki peran penting sebagai pemersatu.
Melalui keunikan dan keindahan karya-karya seni, berbagai kebudayaan yang berbeda bisa bersatu menjadi satu harmoni, seni-budaya dapat menjadi pemersatu dalam keragaman budaya karena seni-budaya merupakan ekspresi dan representasi dari setiap suku, etnis, agama, golongan dan budaya.
Kaka melalui seni-budaya, nilai-nilai dan identitas budaya setiap kelompok dapat ditemukan dan dihargai oleh masyarakat yang lebih luas.
“Melalui panggung keberagaman 2025 dengan memperkenalkan budaya lokal Cirebon ini diharapkan bisa menjadi pemersatu dari keberagaman yang ada di Kabupaten Cirebon ini,” paparnya.
Senentara Kuwu Karangwangun, Taufik Islami mengungkapkan, pihaknya selaku Pemdes merasa terhormat lantaran desanya menjadi tuan rumah dalam kegiatan panggung keberagaman ini, karena menurutnya bahwa kesempatan seperti ini merupakan kesempatan yang sangat langka, dimana berbagai agama, berbagai budaya dan keberagaman lainnya berkumpul di acara tersebut.
Dijelaskannya, Indonesia memiliki beragam budaya, suku, agama dan perbedaan lainnya, namun semua perbedaan itu menjadi satu yaitu Indonesia, maka apa yang dilakukan oleh Yayasan Fahmina dirinya sangat menyambut baik dan berharap kedepan lebih rutin sering melakukan acara panggung keberagaman ini dengan dilaksanakan dari desa ke desa, karena beda desa beda budaya, beda agama sehingga dirinya berharap fahmina semakin memerhatikan kondisi tersebut.
“Kami merasa sangat terhormat menjadi tempat kegiatan panggung keberabaman ini, karena bagi kami ini merupakan kesempatan yang langka,” ungkapnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post