KOTA CIREBON, (FC).- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan santunan kepada seluruh keluarga korban tragedi tambang Gunung Kuda, di Bale Jaya Dewata, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (2/6).
Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini mengungkapkan, pihaknya menyalurkan bantuan kepada keluarga korban.
Totalnya sebesar Rp50 juta yang bersumber dari Baznas, BJB Peduli, para pejabat di lingkungan Pemprov Jabar, dari Pemkab Cirebon, Kepolisian dan dari dirinya pribadi.
“Dari Baznas untuk korban meninggal masing-masing Rp10 juta. Bagi yang luka ringan atau berat nilainya disamakan Rp5 juta. Ada tambahan sembako. Kemudian dari bjb beri bantuan tabungan masing-masing senilai Rp5 juta”.
“Jadi total dari Baznas dan bjb, yang meninggal dapat santunan Rp20 juta. Nanti ditambah oleh saya masing-masing Rp5 juta untuk yang meninggal di luar tanggungan terhadap anak-anaknya dan di luar tanggungan biaya hidup untuk anak-anak. Yang luka ringan Rp10 juta untuk yang diamputasi dua kakinya kami siapkan Rp50 juta. Mulai bulan Juli dapat santunan biaya hidup dari saya untuk anak-anaknya,” kata KDM.
“Saya tentuin Rp40 juta sumbernya dari bjb baznas, para pejabat Pemprov Jabar dan saya pribadi. Dari kabupaten Cirebon Rp5 juta jadi total Rp45 juta,” imbuhnya.
Sejak ia memimpin secara tegas telah mengeluarkan moratorium bagi perpanjangan izin pertambangan yang memiliki risiko tinggi dan risiko lingkungan.
Kata dia, bilamana dari penutupan akan berdampak ekonomi dirinya meyakinkan akan ada solusi, salah satunya bisa bekerja di proyek-proyek pemerintah.
“Saya juga memberikan bantuan kepada anak-anak korban yang masih duduk di bangku sekolah sampai tingkat perguruan tinggi, asalkan memiliki kualifikasi,” ungkapnya.
Bupati Cirebon, H Imron mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang merespon cepat atas bencana longsor yang terjadi di Gunung Kuda dengan memberikan bantuan kepada keluarga korban.
“Kami dari Pemkab Cirebon juga ikut membantu untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak,” kata Imron. (Ghofar)














































































































Discussion about this post