KAB.CIREBON,(FC).- Kapolda Jawa Barat beserta jajaran menjenguk salah satu korban longsor Gunung Kuda Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon di Rumah Sakit Mitra Plumbon.
Kapolda Jawa Barat Irjenpol, Rudi Setiawan, menyampaikan penangan darurat bencana longsor di hari kedua pihaknya memprioritaskan pada evakuasi korban terlebih dahulu sejak kemarin seluruh tim sudah bergerak untuk mengevaluasi korban baik tim dari Polresta Cirebon dan Basarnas maupun BNPB. Sabtu (31/05)
Saat ini untuk korban yang meninggal dunia sudah melalui proses indentifikasi sehingga tadi malam pukul 23:30 ke 14 yang menjadi korban sudah dikembalikan kepada pihak keluarga masing-masing.
“Hari ini saya menyempatkan diri untuk menjenguk salah satu yang menjadi korban atas nama aji Setiawan dan semalam sudah menjalani operasi yang diharuskan kedua kakinya di amputasi akibat tertimpa runtuhan bebatuan sekarang sedang menjalani masa pemulihan,”ujarnya. Sabtu (31/5).
“Untuk saat ini yang menjalani perawatan di rumah sakit Plumbon hanya 1 orang terkait perizinan nanti akan ditindaklanjuti karena saat ini fokus pencarian korban terlebih dahulu karena masih ada 8 korban yang belum di temukan,”pungkasnya.
Sementara itu, Tim K9 dari Polda Jawa Barat diterjunkan ke lokasi bencana longsor yang terjadi di kawasan Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon. Longsor yang terjadi mengakibatkan sejumlah warga dilaporkan tertimbun material tanah. Proses pencarian dan evakuasi korban dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai unsur masyarakat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan bahwa dengan kondisi medan yang sulit dan tertutup material longsoran batu, kemampuan anjing pelacak sangat membantu tim SAR dalam mengidentifikasi titik-titik yang dicurigai terdapat korban.
“Sejak pagi, Unit K9 mulai melakukan penyisiran di area-area yang telah dipetakan sebagai zona rawan.” ujarnya, Sabtu (31/5)
Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa pengerahan tim K9 merupakan bagian dari komitmen Polda Jawa Barat dalam mendukung proses penanggulangan bencana.
“Kita telah mengirimkan anjing pelacak K9 dengan jumlah 3 Ekor dan 3 pembimbing dan 2 instruktur yang saat ini mengawasi. Lokasi saat ini sedang di evakuasi dengan satu alat excavator. Aksi k9 ini adalah atensi dari Bapak Kapolda Jabar dari tadi malam beliau sudah ada di lokasi.
Dengan kondisi reruntuhan ini kita tidak bisa menebak, maka dengan bantuan K9 ini kita bisa mencari jenazah pekerja dengan jarak penciuman 10 meter kurang lebih” jelasnya.
Sejak pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan mulai melakukan evakuasi dengan mengerahkan empat alat berat (excavator), untuk mencari korban yang masih tertimbun material longsoran.
Namun sebelum melanjutkan evakuasi, tim terlebih dahulu melakukan asesmen untuk menghindari terjadinya longsor susulan yang bisa membahayakan tim penyelamat. Selain berfokus pada pencarian korban, alat berat juga dikerahkan untuk mengevakuasi kendaraan dump truk dan excavator yang rusak parah tertimpa reruntuhan. (Johan)













































































































Discussion about this post