MAJALENGKA,(FC), – Sebanyak 170 domba atau 85 pasang domba yang berasal dari wilayah Ciayumakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) ditambah dari Sumedang dan sekitarnya mengikuti kontes domba yang digelar oleh Pemdes Gandawesi Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, Minggu (17/7).
Kontes domba itu sendiri dalam rangka memeriahkan Hari Lahir Desa Gandawesi yang ke – 40, sekaligus juga dalam rangkaian HUT RI yang ke-77.
Kontes domba ini bisa digelar seiring dengan meredanya penyebaran Covid -19 yang selama ini telah menerpa dunia dan meluluhlantahkan hampir semua sendi – sendi kehidupan.
Sehingga dengan meredanya penyebaran Covid -19, pemerintah mulai melonggarkan beberapa kebijakan, diantaranya diperbolehkannya menggelar suatu acara di tempat terbuka, namun dengan catatan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).
Kades Gandawesi, Dodo Suhada kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini bisa digelar seiring meredanya penyebaran Covid – 19, khususnya di Kabupaten Majalengka, sehingga pada Hari Jadi Desa Gandawesi yang ke – 40 ini, pihaknya bisa menggelar kontes domba untuk memberikan hiburan segar kepada masyarakat Desa Gandawesi dan sekitarnya.
Dikatakan Kades Dodo, kegiatan kontes domba ini bisa digelar dengan menggandeng HPDKI (Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia) Kabupaten Majalengka, yang juga sekaligus dalam pelaksanaan penjuriannya.
Terkait hadiah untuk pemenang kontes, pihak panitia memberikan hadiah hiburan seperti, Kulkas, TV, Kipas Angin, dan hadiah hiburan yang lainnya.
“Kontes domba ini, sengaja digelar dalam rangka memberikan hiburan segar kepada masyarakat sekaligus memperingati hari jadi Desa Gandawesi yang ke – 40,” ujar Kades Dodo ditemui di tengah tengah kegiatan kontes domba.
Di katakan Dodo, Desa Gandawesi mekar atau memisahkan diri dari Desa Beusi Kecamatan Ligung, tepatnya 13 Juli 1982, hal ini seiring dengan jumblah penduduk dan luas wilayah yang sudah memadai untuk dimekarkan menjadi sebuah desa yang mendiri.
Sehingga sekarang Desa Gandawesi setara dengan desa desa yang lainnya yang ada di Kabupaten Majalengka, khususnya di Kecamatan Ligung.
Namun saat disinggung terkait pengunjung yang abai akan prokes, Kades Dodo sudah menghimbau jauh jauh hari agar dalam menyaksikan kontes domba, peserta dan pengunjung harus tetap melakukan prokes, diataranya cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak alias jangan terlalu berdesak – desakan.
Sementara Dadeng, seorang juri kontes domba mengatakan, dalam memberikan penilaian dirinya harus jeli dan tegas. Seekor domba bisa dikatakan keluar sebagai juara atau pemenang harus memenuhi unsur unsur penilaian.
Diantaranya postur body, kesehatan, cara bertanding, cara mengambil ancang ancang saat mau bertarung dan kreteria kreteria yang lainya.
“Jadi seekor domba bisa dikatakan sebagai juara, kalau memenuhi yang telah ditetapkan oleh juri dalam penilaiannya.,” Pungkas Dadeng singkat.
Sementara ditempat yang sama, seorang pemilik domba mengakui bahwa mengikuti adu tangkas di kontes domba ini, untuk mengecek sejauh mana ketangkas domba yang dimiliki.
Sehingga dari hasil kontes tersebut bisa diketahui keunggulan dan kelemahan domba yang di milikinya.
“Mengikuti kontes domba ini dalam rangka untuk mengetahui ketangkasan domba yang dimiliki sekaligus menaikan harga jual domba,” ujar Samin. (Munadi)
















































































































Discussion about this post