“Dari laporan yang saya terima hingga Agustus kemarin sebanyak 711.126 atau 71,1 persen dari target 1 juta KPM telah mengembalikan kartu KKS karena sudah mampu secara ekonomi,” jelas Mensos
Banyaknya KPM yang mengundurkan diri, dikatakan Juliari berkat kerja keras pendamping sosial PKH. Untuk itu, ia optimis target graudasi sebanyak 1 juta KPM pada tahun ini dapat terlampaui.
“Ini tak lepas dari kerjasama semua pihak terutama pendamping sosial PKH yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada KPM. Mereka sebagai ujung tombak dari keberhasilan program ini,” tambah mantan anggota DPR dua periode ini.
Juliari menjelaskan mereka yang telah mengundurkan diri akan diisi oleh keluarga miskin lainnya yang belum mendapatkan bansos PKH. Oleh karena itu, PKH menjadi program prioritas pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Indonesia.
“Sebagai ujung tombak program pengentasan kemiskinan pemerintah terus mempertahankan jumlah penerimanya yaitu sebanyak 10 juta keluarga,” ujar Juliari.
Di tempat yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriani Gantina menuturkan, sosialisasi terkait pemahaman graduasi PKM PKH ini perlu lebih gencar lagi dilakukan. Karena menurutnya, hal ini penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Menurut Selly, banyak masyarakat yang menganggap, bahwa graduasi adalah dikeluarkan secara sepihak dari program.
“Padahal, bagi yang graduasi juga tetap diberikan pendampingan oleh pemerintah,” ujar Selly.
Kesadaran terkait graduasi program ini, menurutnya perlu ditingkatkan, agar penerima program PKH yang sudah sejahtera bisa bergantian dengan warga lainnya yang layak menerima program PKH. (Ghofar)












































































































Discussion about this post