KAB. CIREBON, – Pemerintah Desa Jungjang bersama pengurus pasar dan Muspika Kecamatan Arjawinangun menggelar acara Istigosah yang diikuti oleh pedagang pasar Jungjang, Kamis (24/7).
Panitia pelaksana Istigosah, Fathudin mengatakan, acara Istigosah ini digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus meminta keberkahan dalam pembangunan pasar darurat serta pasar Jungjang agar bisa berjalan dengan lancar.
“Para pedagang dan masyarakat Desa Jungjang sangat membutuhkan adanya pasar yang representatif dan nyaman untuk ditempati para pedagang,” ujarnya.
Fathudin melanjutkan, panitia juga sudah mempersiapkan lahan untuk pasar darurat, karena selama ini para pedagang menggunakan badan jalan untuk pasar daruratnya.
“Selama ini bertahun-tahun para pedagang pasar Jungjang hanya menggunakan badan jalan untuk pasar darurat sehingga mengganggu pengguna jalan,” paparnya.
Pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak PUPR dan Dishub Kabupaten Cirebon, dan meminta jalan yang digunakan pasar darurat untuk sterilsasi.
“Nanti pada bulan Agustus akan dilakukan pembongkaran pasar darurat yang berada di jalan Ki Hajar Dewantoro, nanti pihak terkait dari Kabupaten yang melaksanakan pembongkarannya,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk menempatkan pedagang yang berada di badan jalan pihaknya sudah berkordinasi dengan pemerintah desa Jungjang.
“Pembongkaran pasar darurat di badan jalan nanti, pedagang akan kita pindahkan ke lokasi pasar darurat yang baru yang ada di asrama polisi Arjawinangun” ungkapnya
Dirinya memastikan tempat pasar darurat yang berada di asrama polisi Arjawinangun akan nyaman dan tidak menggangu pengguna jalan.
“Ada sebanyak 202 pedagang yang akan menempati lokasi pasar darurat yang baru,” ujar Fathudin. (Andriyana)




















































































































Discussion about this post