KAB. CIREBON, (FC).- Angka warga yang terpapar positif Covid-19 di Desa Cikulak Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon mengalami lonjakan.
Hingga saat ini tercatat ada sebanyak 16 warga dinyatakan positif Covid-19.
Pemerintah desa setempat melakukan lockdown parsial untuk membatasi mobilitas masyarakat luar yang memasuki Desa Cikulak.
Kuwu Desa Cikulak H. Yunaedi Iyus mengungkapkan, hasil rakor Satgas Covid-19 Kecamatan Waled, memutuskan menutup jalur akses utama menuju desa-desa di wilayah pedalaman Kecamatan Waled.
Desa-desa tersebut seperti Desa Karangsari, Desa Ambit, Desa Gunungsari, Desa Mekarsari dan lainnya.
Penyekatan dilakukan karena dikawatirkan para pengguna jalan akan mencari jalur alternatif. Salah satunya yang menjadi sasaran adalah jalur poros Desa Cikulak.
“Harus ada tindakan nyata Satgas Covid-19 dalam melakukan penyekatan jalan lintas desa, yang tujuannya mengurangi mobilitas warga luar desa masuk ke Desa Cikulak,” ungkapnya.
Ditambahkan Iyus, Jalur Cibogo – Karangsari merupakan jalur padat kendaraan. Ketika dilakukan penyekatan, otomatis akan lari ke jalur alternatif melalui jalan poros Desa Cikulak.
Sementara di Desa Cikulak sendiri saat ini sedang mengalami lonjakan warga yang terpapar positif Covid-19.
Selama masa PPKM Darurat tercatat 18 warganya telah melakukan swab PCR, dan 2 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.
Ia berharap dengan melakukan penyekatan dan lockdown parsial ini penyebaran Covid-19 di Desa Cikulak segera terputus.
“Kita mengurangi mobilisasi masyarakat luar yang masuk ke Desa Cikulak dan kebijakan hanya diperbolehkan yang melintas adalah warga Desa Cikulak, kecuali mereka yang saat ini sedang melakukan isoman,” terang Iyus.
Sementara perwakilan Satgas Covid-19 Kecamatan Waled, Heri Purnama mengungkapkan, memasuki masa PPKM darurat, Kecamatan Waled mengalami kenaikan angka yang terpapar Covid-19.
Maka pihaknya melakukan pembatasan mobilitas yang kurang penting, hampir semua desa yang ada di Kecamatan Waled dilakukan penyekatan.
Jumlahnya mencapai puluhan yang disekat, dan setiap desa hanya membuka satu jalur utama saja, dengan dilakukan penjagaan oleh tim Satgas Covid-19 desa masing-masing.
“Masa PPKM darurat ini, sesuai kesepakatan Forkopimcam Wale, penurunan mobilitas di batasi hanya 3 persen, sehingga harus dilakukan penyekatan -penyekatan jalan,” terangnya. (Nawawi).











































































































Discussion about this post