KOTA CIREBON, (FC) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 jenjang SMP di Kota Cirebon telah usai. Namun masih ada beberapa sekolah yang belum terpenuhi kuota peserta didik.
SMPN 16 Kota Cirebon misalnya, pihak sekolah mengaku ada beberapa calon peserta didik yang tidak lapor diri.
Operator PPDB SMPN 16 Kota Cirebon, Santikah melaporkan, kursi yang kosong sebanyak satu kelas atau sekitar 32 siswa.
“Dari tahun lalu kami selalu mendapat lemparan dari sekolah lain,” ujar Santikah ketika ditemui FC pada Senin (12/7).
Tahun ini SMPN 16 Kota Cirebon menambah jumlah rombongan belajar atau kelas dari delapan, menjadi sembilan kelas. Karena itu, total mereka menyediakan 288 kursi.
Ia menambahkan, SMPN 16 Kota Cirebon menerima setiap murid meski jarak sekolah dan rumah jauh.
Mereka mencatat, yang terjauh dari jalur zonasi ada yang berdomisili di Klayan, Kabupaten Cirebon.
Selain itu, ia juga mengungkapkan tahun ajaran baru 2021/2022 akan mulai pada tanggal 19 Juli 2021.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau masa orientasi siswa baru akan dilaksanakan secara daring.
“Kami sebelumnya pernah mencoba untuk pembelajaran tatap muka (PTM), namun Kota Cirebon selalu kembali zona merah jadi tidak boleh PTM,” katanya ketika ditanyai mengenai persiapan pembelajaran tatap muka.
Di sisi lain, Humas SMPN 16 Kota Cirebon, Suripto mengaku, banyak mendapat desakan dari orang tua murid untuk menyelenggarakan PTM.
Orang tua merasa kewalahan mengawasi kelas daring, katanya. “Pembelajaran nanti tetap secara daring, MPLS akan diselenggarakan empat hari,” pungkasnya. (Melly/Job/FC)











































































































Discussion about this post