“Kita bisa lihat seperti Monjali (Monumen Jogja Kembali) disitu ada monumen, disitu ada diorama, ada museum dan sebagainya, sehingga pengunjung yang masuk ke wilayah itu sudah bisa menerima dan monumen itu bisa berbicara. Jadi sarana edukasi buat generasi penerus,” kata Didi.
Menurutnya, generasi muda banyak yang atensi kepada negara dan bangsanya. Tetapi masih banyak juga yang kurang perhatian terhadap negara dan bangsa.
“Kami harapkan kepada mereka-mereka yang atensi betul-betulah berbuat bertindak sesuai dengan nilai-nilai orang Indonesia. Nilai-nilai bangsa Indonesia supaya kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia itu selalu terjaga,” ungkapnya.
Dijelaskan Didi, di Cirebon pada 15 Agustus 1945 di monumen Kejaksan dikumandangkan naskah pra proklamasi oleh Dr. Sudarsono. “Dr. Sudarsono menyampaikan bahwa Jepang sudah kalah perang, maka Indonesia Merdeka. Makanya berkumpulah para pemuda disitu menyatakan bahwa Indonesia Merdeka,” jelasnya.
Saat ini, disebutkan Didi, jumlah veteran di Kota Cirebon ada sebanyak 75 orang yang terdiri dari veteran pejuang, veteran pembela dan veteran perdamaian. Veteran pembela ini terdiri dari veteran Trikora, Irian Barat, Dwikora dengan Malaysia dan Seroja di Timor Timur.
“Dulu itu disini ada 700 an itu dari tahun 1965 an. Veteran pejuang sekarang tinggal 22 orang,” pungkasnya. (Andriyana)











































































































Discussion about this post