KOTA CIREBON, (FC).- Serba Bisa dan Multi Talent, begitulah gambaran sosok Uun Unerie, seorang ibu rumah tangga sekaligus pengusaha dalam bidang minuman seperti Sirup, Jamu, hingga minuman siap saji hingga cathering dan juga bisnis tour travel.
Bahkan, hebatnya, anak-anaknya sejak kecil ia libatkan dalam proses produksi.
Bukan karena keterpaksaan ataupun kekurangan, Uun menjalankan usahanya dikarenakan melihat adanya peluang dan kesempatan yang terbuka di depan matanya.
Sejak dini kecil anak-anaknya telah dikenalkan dalam proses produksinya.
“Saya gak mau meninggalkan anak dengan orang lain. Makanya saya kenalkan mereka proses produksi dalam usaha itu seperti apa, sambil memberi pengertian kepada anak bahwa ibunya memiliki usaha,” beber Uun, Minggu (31/1).
Uun mulai merintis usahanya tahun 2009, memanfaatkan kepopuleran Bunga Rosella yang sedang ngetren saat itu.
“Waktu itu sedang booming dan kebetulan saya punya lahan pertanian di Celancang yang cukup luas. Disitu, saya budidaya bunga Rosella, dan mengelola bunga itu untuk dijadikan berbagai produk dengan label ESSA (Enak Segar Sehat Alami),” kata Uun, Minggu (31/1).
Uun membuat teh dari bunga rosela. Saking antusiasnya dalam berwirausaha, Uun pun membuat manisan, dan segala hal produk minuman dari Rosella, termasuk sirupnya.
Saat itu SIRUP ROSELA memang belum banyak di pasaran, atau dapat dikatakan belum ada, khususnya di wilayah III Cirebon.
“Kalau dulu bisa dibilang kebanyakan yang jual di Kota Cirebon baru saya untuk sirup, dan manisan. Karena, memang melihat dari peta pemasaran saya sudah hampir ke seluruh pasar tradisional, toko oleh-oleh, dan tempat lainnya di Kota dan Kabupaten Cirebon,” tutur Uun.
Perlahan tapi pasti, produk Rosella Uun ini cukup banyak peminat. Akan tetapi, dikarenakan banyak yang belum faham betul rasa dan manfaat dari Rosella, perlahan minat pasar terhadap sirup pun menurun.
“Kan, sirup ini didropkan banyaknya di toko oleh-oleh yang pembelinya mayoritas dari luar kota. Sedangkan, kalau orang dari luar kota pasti cari khas Kota Cirebon kan, dan sirup atau Rosella itu sendiri kan masih terbilang asing,” katanya.
Melihat hal tersebut, ditahun berikutnya yaitu 2010, Uun menciptakan sirup mangga gedong gincu. Adapun alasan dipilihnya mangga ini dikarenakan, buah primadona dan khas Cirebon.
Bukan hanya itu saja, Uun pun ingin memanfaatkan buah mangga gedong gincu yang sering tidak terpilih hanya dikarenakan bentuknya yang tidak memenuhi standar pasar.
“Kita pake mangga yang ga masuk pasar hanya karena bentuk, bukan karena kualitas rasa. Juga, dengan begini kita memberikan oleh-oleh mangga gedong gincu khas Cirebon dalam bentuk sirup lebih tahan lama,” ujarnya, pada FC.
Rasanya pun, tambah Uun, mendekati atau cukup identik dengan buah aslinya. Karena, menurut Uun kalau bawa mangga asli harus dikonsumsi segera atau cukup repot.
Dengan hadirnya sirup buatannya, ini akan mempermudah wisatawan yang membeli.
Meski terbilang baru dibanding sirup Rosella, Sirup Mangga Gedong Gincu lebih diminati konsumen. Hal ini dikarenakan, rasa dari buah aslinya yang sudah familier di lidah masyarakat luas.
Tak hanya kedua rasa itu, Uun pun menjajal rasa Pisang Susu yang disuplainya kepada Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).
Bersamaan dengan usaha sirup, Uun pun membuat minuman siap saji seperti Selasih Sirsak, Gedong gincu, rosella, Selasih Jeruk Nipis, dan beberapa varian rasa lainnya dengan kemasan botol ukuran 250 ml.
Dibuatnya kemasan ini sendiri, agar konsumen dapat menikmati minuman dari 2 jenis sirupnya yaitu rasa gedong gincu dan rosella secara langsung.
“Biar orang-orang bisa merasakan juga rasa dari sirup-sirup saya. Tapi, kalau untuk sirup rasa lainnya itu sebagai pilihan saja menu minuman tambahan lainnya,” imbuh Uun.
Masih dengan merk ESSA, di tahun 2012 lah Uun, mengganti label sirupnya menjadi Michiko (Minuman Chirebon Kota). Digantinya nama ini dikarenakan, sudah banyaknya yang menggunakan label tersebut pada HKI.
Berbarengan dengan itu, Uun juga menjalankan usaha cathering dan restoran, yang cukup ramai dikunjungi dan dibeli konsumen.
Hanya saja, karena dirasa repot, Uun memilih untuk melanjutkan usaha cathering yang terbilang santai dan restorannya ia tinggalkan.
“Cathering lebih mudah dan terkontrol, jadi saya sampai sekarang pertahankan dan memang banyak hang pakai juga, lalu begitupun dengan tour travel ke beberapa negara seperti Australia, Thainland, Korea, dan beberapa negara lainnya,”ucap Uun.
Lagi, karena Pandemi Covid-19 usaha ini jelas paling terasa terdampaknya. Meski begitu, hal positif lainnya adalah Uun ciptakan ramuan mpon-mpon seperti Jahe madu nipis, Kunyit asem, dan serai temulawak.
Bukan Uun namanya jika hanya usaha, wanita yang masih tetap terlihat awrt muda ini juga, aktif dalam berorganisasi seperti Jabar Bergerak, Komunitas Tangan Di Atas (Tda), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), pengurus Kamar Dagang dan Industri, dan masih banyak lagi.
Bahkan, ia pun menjadi founder dari Cirebon Creativepreneur dan bekerjasama dengan orang-orang penting dari pemerintahan, dan Dinas-dinas di Kota maupun Kabupaten Cirebon.
“Usaha, bagi saya hobi. Sedangkan, organisasi itu sudah menjadi panggilan jiwa yang memang bagi saya ini adalah tugas dan kewajiban saya dan saya sangat menimati itu. Terlebih anak-anak saya sudah besar dan suami sangat mengizinkan,”pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)
Riwayat Usaha:
Direktur CV. Rosella Sejahtera Bersama
Komisaris PT. Ebill Wisata Sinergi
(Ebill Tour Organizer)
Owner Mimi Catering
Owner Michiko Sirup
Riwayat Organisasi:
1. Founder Cirebon Creativepreneur
2. Bendahara umum komunitas tangan diatas(tda) cirebon raya
3. Bendahara umum Assosiasi pelaku pariwista indonesia(asppi) wil 3 cirebon
4. Ketua Bidang Pakuya Jabar Bergerak Kota Cirebon
5. Sekertaris Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cirebon
6. Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Cirebon
7. Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Cirebon
8. Dewan Penasehat Forum Kewirausahaan Pemuda Cirebon
9. Ketua Koperasi Wanita Puan Mandiri Kota Cirebon











































































































Discussion about this post