KOTA CIREBON, (FC).- Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum membuka dan memberikan sejumlah arahan pada Muscab DPC PPP Kota Cirebon, pada Minggu (12/4) kemarin.
Pada Muscab PPP ini dihadiri oleh Ketua KPU Kota Cirebon, Mardeko bersama sejumlah ketua partai di Kota Cirebon.
Ketua DPD Partai Golkar, Andrie Sulistio, Ketua DPD PKS, Yusuf, Ketua DPC PDI Perjuangan, Fitria Pamungkaswati, Ketua DPC Hanura, Een Rusmiyati, Bendahara DPD Partai NasDem, Asep Rizki Padilah serta Bendahara DPC Partai Demokrat, Endah Arisyanasakanti hadir dalam pembukaan Muscab PPP.
Wakil Ketua I Bidang OKK DPW PPP Jawa Barat, Tunggal Dewananto menuturkan, pada Muscab ini, forum akan menetapkan lima formateur dari struktur partai di semua tingkatan.
Masing-masing, dua formateur dari tingkatan PAC, dan satu formateur dari DPC, DPW dan DPP.
“Nanti akan ditetapkan, dan mereka akan merumuskan pembentukan struktur DPC, termasuk penentuan KSB,” ungkap Dewa, demikian sapaan akrabnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan, Muscab sudah menjadi agenda rutin lima tahunan untuk regenerasi kepengurusan.
“Ini agenda per lima tahunan, sekalipun terkadang ketuanya terpilih kembali. Tetapi yang penting programnya yang move on, dan linier dengan program pemerintah, termasuk dengan RPJMD Kota Cirebon,” ungkap Uu.
Uu meminta, Muscab ini melahirkan kader-kader PPP yang potensial yang akan dipersiapkan untuk menduduki jabatan di luar struktur partai, baik di legislatif maupun eksekutif sekalipun.
“Kader-kader potensial inilah yang akan kami ‘jual’ dari mulai hari ini kepada masyarakat dan ‘menjual’ kepada partai politik. Kami akan berusaha menjual kader yang bisa diterima berbagai macam lapisan,” lanjut Uu.
Setelah Muscab ini, Uu juga berharap tidak terjadi perpecahan setelah Muscab, sehingga para kader diminta untuk siap beda dengan yang lain untuk tujuan bersama.
“Saya minta kepada pengurus terpilih, yang menjadi saingan nanti, siapapun yang menang, tidak dibuang tapi harus dirangkul. Semangat kebersamaan, bukan hanya semangat menang untuk menjadi pengurus,” jelas Uu.
Disoal mengenai polemik yang masih berjalan, dengan adanya gugatan di PN terhadap keputusan DPP, Uu merespon, baginya, itu bukanlah polemik, melainkan kerikil yang harus diselesaikan bersama.
“Ada sedikit kerikil, kader-kader yang masih mempermasalahkan legalitas dari keputusan DPP, tolong dicermati dengan bijaksana. Kita sama-sama kader. Jangan sampai mengabaikan kepentingan besar, persatuan di internal partai, demi ego seseorang atau kelompok,” tegasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post