INDRAMAYU, (FC).- Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Indramayu (ABI) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu.
Mereka menolak rencana penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022, Senin (22/11).
Dalam aksinya, buruh mengancam akan mogok kerja massal bilamana UMK tetap direkomendasikan hanya naik 0,78 persen. Mereka menginginkan kenaikan UMK naik hingga 15 persen.
Koordinator aksi Hadi Haris Kiyandi mengatakan, Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat upah.
Para buruh hanya diberi upah murah karena adanya formula baru Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 yang digunakan untuk menghitung UMK tahun 2022.
“Melalui surat edaran itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang berkolaborasi memastikan politik upah murah diterapkan di seluruh daerah,” ujar dia
Kondisi ini, kata Hadi, menjadi isu utama bagi ABI, dan menolak kenaikan UMK Indramayu 2022 yang hanya sebesar 0,78 persen. Atau jika dirupiahkan, hanya naik Rp 18.493,69 saja menjadi Rp 2.391.567,15.
Nominal upah itu, lanjut dia, tidak sebanding dengan kebutuhan hidup layak. Di sisi lain, harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan serta kebutuhan hidup lainnya.

“Upah murah yang diterima buruh akan memperparah kondisi buruh untuk menjalani kehidupan sehari-harinya, dengan begitu buruh masih jauh dari kata hidup layak atau sejahtera,” ujar dia.
Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan para buruh di Kabupaten Indramayu, ada 7 poin utama yang mereka tuntut.
Yakni, naikan UMK Indramayu 2022 sebesar 15 persen, menetapkan upah di atas upah minimum pengganti UMSK, tolak SE Menaker dan Mendagri tentang pengupahan, tolak penghitungan upah dengan formula PP 36 Tahun 2021.
Cabut UU Cipta Kerja dan PP turunannya, terapkan upah sesuai kebutuhan hidup layak, berlakukan masa pensiun sesuai PP 45 Tahun 2015.
“Apabila tuntutan kami ini tidak didengar dan diabaikan oleh kepala daerah yang berwenang maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar bahkan akan melakukan aksi mogok daerah dan menginap di depan kantor Kepala Daerah Indramayu,” ujarnya
Para buruh di Indramayu ini pun akan melakukan aksi mogok masal serta melakukan aksi unjuk rasa kembali dengan jumlah yang banyak apabila tuntutannya tidak dipenuhi.
“Kalau tetap 0,78 kami yang pelopori buruh di Indramayu akan melakukan mogok kerja,” ujar hadi
Masih disampaikan Hadi, pihaknya yang sekaligus merupakan buruh pada sektor migas akan melakukan mogok kerja. “Termasuk migas, berhenti total, berhenti produksi,” ucapnya.. (Agus)












































































































Discussion about this post