KUNINGAN, (FC).- Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi (TGR) hasil temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di sektor pendidikan Kabupaten Kuningan masih jauh dari tuntas.
Dari total kewajiban sebesar Rp3,2 miliar, realisasi pengembalian hingga saat ini baru mencapai sekitar Rp400 juta atau 14 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kuningan, Elon Carlan, mengatakan proses pengembalian masih terus berjalan dan melibatkan banyak satuan pendidikan.
“Sekarang baru sekitar 14 persen yang masuk. Dari total Rp3,2 miliar, baru sekitar Rp400 jutaan,” ujar Elon, Selasa (7/4).
Ia meluruskan informasi yang beredar di publik terkait nilai temuan yang disebut mencapai Rp8 miliar hingga Rp10 miliar. Menurutnya, angka yang benar sesuai hasil pemeriksaan BPK adalah Rp3,2 miliar.
“Yang benar itu Rp3,2 miliar dan rinciannya sudah kami sampaikan ke DPRD,” tegasnya.
Elon menjelaskan, pihaknya terus mendorong sekolah-sekolah yang menjadi objek temuan untuk segera melakukan pengembalian. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu karena jumlahnya cukup banyak.
“Ini melibatkan banyak sekolah, sehingga tidak bisa diselesaikan secara instan,” katanya.
Ia menambahkan, sesuai ketentuan, penyelesaian TGR diberikan batas waktu selama 60 hari. Meski demikian, terdapat mekanisme diskresi yang memungkinkan pengembalian dilakukan secara bertahap.
“Jika belum selesai dalam 60 hari, ada opsi cicilan sesuai aturan, bahkan bisa berlangsung hingga sekitar dua tahun dengan persetujuan BPK,” jelasnya.
Elon menegaskan, pihaknya tetap bertanggung jawab mengawal penyelesaian TGR meskipun temuan tersebut berasal dari kegiatan pada tahun anggaran sebelumnya.
“Kami sebagai pengendali tetap memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kewajiban ini bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar proses pengembalian dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Ke depan, Disdikbud Kuningan berkomitmen memperketat pengawasan sebagai langkah evaluasi agar temuan serupa tidak kembali terjadi.
“Ini menjadi pelajaran penting untuk memperbaiki tata kelola keuangan di sektor pendidikan,” pungkasnya. (Angga)











































































































Discussion about this post