KAB. CIREBON, (FC).- Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Cirebon mengadakan Workshop Design Thinking & Prototyping yang digelar pada 31 Mei 2025.
Kegiatan yang diprakarsai dosen dan mahasiswa ini merupakan bagian dari program Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi (PPMI) FTI ITB 2025. Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Cirebon dengan hadirnya Sekretaris Dinas, Dr. H. Rodiyah, S.T., S. Farm., M.M., Apt. bersama jajaran staf.
Dr. Wisnu Aribowo, S.T., M.T, kaprodi Teknik Industri ITB mengatakan diadakannya kegiatan ini berangkat dari tantangan konkret yang dihadapi Industri Kecil Menengah (IKM) di Cirebon.
Tantangan tersebut khususnya terkait efisiensi produksi dan minimnya penerapan teknologi dalam proses kerja.
Program PPMI FTI ITB 2025 melibatkan tiga IKM utama bidang kerajinan gerabah, rotan, dan batik tulis, yaitu Kadmiya Craft, Studio Mastori, dan Batik Tulis Sapu Jagat.
Ketiga IKM ini telah membangun kemitraan erat dengan Program Studi Teknik Industri ITB Cirebon selama dua tahun terakhir.
Bentuk kerja sama ini meliputi pemetaan proses bisnis, kunjungan lapangan, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan.
Tahun ini, kegiatan dikembangkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PROMPT CG ke IKM Kulit (Arli Goods) dan Anyaman Bambu (Padil).
Pada kegiatan workshop ini dirangkai pembuatan prototipe alat bantu, seperti cetakan gerabah dan inisiasi alat pembengkok rotan.
Juga diisi sesi curah pendapat dan ideasi bersama antara mahasiswa, dosen dan pelaku IKM.
“Kegiatan ini menekankan kolaborasi setara antara dosen dan mahasiswa. Dosen tidak sekadar sebagai pembimbing, melainkan mitra pengembangan solusi bersama mahasiswa,” ungkap Dr. Nur Faizatus Sa’idah, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Teknik Industri (Kampus Cirebon) PPMI FTI 2025.
Tujuan utama program ini adalah membangun ruang inovasi bersama yang partisipatif dan kontekstual, dengan pelaku IKM sebagai pusat proses inovasi.
Melalui pendekatan design thinking, workshop ini bertujuan memperkenalkan teknologi 3D printing, laser cutting/engraving dan CNC sebagai alat bantu produksi dan prototyping yang aplikatif, untuk meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat kemandirian inovasi, dan mendorong adopsi smart logistics di sektor kerajinan lokal.
Ilouvi Syafna Latief, ketua UKM PROMPT CG ITB, mengatakan, IKM merupakan penggerak utama ekonomi lokal dan memiliki potensi besar dalam mengembangkan inovasi berbasis kearifan lokal.
Namun, mereka sering menghadapi keterbatasan dalam hal teknologi dan inovasi produk.
“Dengan menjadikan IKM sebagai sasaran, program ini ingin menjadi jembatan solusi antara kebutuhan riil di lapangan dan kapabilitas teknologi dari kampus,” pungkasnya
Harapannya dari kegiatan pelatihan dan workshop ini, bisa memberikan dampak manfaat langsung bagi komunitas IKM.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan solutif dari pelaku IKM,” kata Ilouvi.
Selain itu, melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap inovasi yang dikembangkan olehi pelaku IKM itu sendiri.
Menurut Sa’idah, program ini merupakan awal dari kolaborasi jangka panjang.
Rencananya, pelaku IKM akan difasilitasi untuk berkonsultasi dan datang ke ITB Kampus Cirebon secara berkala, utk memungkinkan adanya perancangan alat bantu baru yang lebih kompleks.
“Kegiatan tindak lanjut dapat berupa penelitian mahasiswa, pengabdian masyarakat, serta inkubasi produk dan teknologi tepat guna,” tutup Sa’idah. (rls/FC)












































































































Discussion about this post