Mengenai sebaran virus tersebut, Risna menegaskan, dirinya tidak bisa memastikan apakah Kabupaten Kuningan akan terjangkiti virus tersebut atau tidak.
Dirinya tidak bisa memastikan jaminan keamanan ataupun kemungkinan ancaman virus tersebut di Kuningan karena belum menemukan hasil penelitian khusus berkaitan hal tersebut.
“Kalau dilihat dari faktor risikonya itu kan disebabkan oleh kelelawar. Untuk menyimpulkan Kuningan apakah dapat terjangkit virus tersebut atau tidak saya belum bisa memastikan karena belum ada penelitiannya,” ungkapnya.
Hanya saja, lanjut dia, diantara penyebab utama yang memungkinkan virus tersebut bisa terjadi atau sampai ke Kuningan, yaitu dengan cara kontak langsung dengan pengidap virus, atau mengonsumsi kelelawar.














































































































Discussion about this post